LDA Tetap Menjalankan Ritual di Makam Sinuhun Amangkurat Tegalarum

lda-keraton-mataram1
MENGARAK SELAMBU : Selambu baru yang dibawa rombongan LDA Keraton Mataram Surakarta dari Solo, diarak menuju cungkup untuk mengganti selubung lama makam Sinuhun Amangkurat Agung kompleks makam raja-raja Mataram, Astana Pajimatan di Desa Pasarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Slawi/Tegal, kemarin. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Sudah Jadi Agenda Rutin Tahunan

TEGAL,suaramerdekasolo.com – Dalam suasana tekanan pandemi Corona, Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Mataram Surakarta tetap menjalankan ritual ganti selubung atau ”larap langse” makam Sinuhun Amangkurat Agung, di Astana Pajimatan Tegalarum, Tegal, Minggu siang (13/9). Upacara adat yang menjadi agenda rutin tahunan itu dilaksanakan dengan sederhana dan singkat oleh rombongan dari Solo bersama warga Pakasa Kabupaten Slawi/Tegal, walau tanpa dukungan dana APBD dari Pemkab setempat.

”Jauh-jauh hari, kami sudah diberi tahu dari Pemkab Slawi/Tegal. Untuk upacara adat ganti langse makam Eyang Amangkurat Tegalarum, tidak ada dukungan dana APBD seperti tahun kemarin (2019). Karena, semua (dana) diarahkan untuk penanggulangan pandemi Covid 19. Kami sangat memaklumi itu. Maka, kami menjalankan upacara ini dengan sederhana, karena (biayanya) mandiri. Tetapi, upacara ini agenda resmi rutin tiap tahun yang tidak bisa ditunda,” ujar Gusti Moeng selaku Ketua LDA Keraton Mataram Surakarta, menjawab pertanyaan suaramerdekasolo.com tadi pagi.

Meski dalam keterbatasan dana dan suasana penyambutan yang tak gegap-gempita karena protokol Covid 19, namun ritual yang dijalankan bersama-sama kemarin berlangsung lancar dan singkat, karena hanya memakan waktu sekitar 90 menit. Upacara yang dimulai dari pendapa Paseban kompleks makam pukul 10.30 itu, berakhir setelah ritual ziarah di dalam cungkup makam dengan doa, tahlil dan dzikir yang dipimpin abdidalem ulama KRT Pujo Hartoyodipuro.  

Saling Berkaitan

Disebutkan Gusti Moeng yang bernama lengkap GKR Wandansari Koes Moertiyah itu, antara ritual ganti selambu makam Sinuhun Amangkurat Agung Tegalarum dengan ritual labuhan (menghanyutkan) bekas selubung makam leluhur Mataram itu selalu berkaitan. Artinya, setelah selubung lama yang dilepas dari makam itu pada 2019 sudah dilabuh dalam ritual di pantai Parangkusuma, Bantul (SMS.Com, 13/8), pada bulan Sura tahun berikutnya harus diganti baru.

lda-keraton-mataram3
MELIPAT YANG LAMA : Gusti Moeng dan GPH Nur Cahyaningrat serta para sentana dan abdidalem bersama-sama ”nglempit” (melipat) selambu lama makam, untuk diganti yang baru. Ritual ganti selubung atau larap langse itu dilakukan LDA Keraton Mataram Surakata di makam Sinuhun Amangkaurat Agung di Astana Pajimatan Tegalarum, Kabupaten Slawi/Tegal, kemarin.(suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Seterusnya, selambu bekas yang dilepas kemarin, akan dilabuh juga ke laut selatan yang menjadi ”kerajaan” (gaib) Kanjeng Ratu Kencanasari”, melalui pantai Parangkusuma yang ada di Kabupaten Bantul, DIY. Menurut Gusti Moeng, pemilihan waktu untuk ritual labuhan berikutnya, lebih longgar aturannya atau tidak baku setiap datang bulan Sura.

”Walau dalam kesederhanaan dan suasana Covid 19. Kami semua bersyukur dan lega karena semua terlaksana dengan lancar. Kami juga senang melihat pagar pembatas makam yang tahun kemarin ambrol, sekarang sudah dipasang kembali utuh dan sesuai seperti aslinya”.

”Kami senang bisa bertemu warga Pakasa yang merupakan elemen LDA Mataram Surakarta di sini. Mudah-mudahan, virus Corona segera lenyap dari bumi Nusantara. Dan kita bisa melaksanakan semua yang menjadi tanggungjawab dan kewajiban dalam pelestarian budaya seperti sediakala,” harap Pengageng Sasana Wilapa itu.

Meski dengan biaya mandiri, rombongan dari Solo sendiri ada 70-an orang karena prosesi ganti selubung harus disertai ubarampe abon-abon wilujengan dibawa oleh rombongan abdidalem, beberapa bregada prajurit termasuk korp musik serta pangombyong.

Di antara panitia kecil yang menerima rombongan dari Solo, tampak keluarga eks BUpati Enthus Susmono (alm), KMAyT Fitri (dokter spesialis bedah mulut RSUD Tegal) dan Dr KRT Purwo Susongko Hadinagoro (Dekan FKIP UPS Tegal). Mereka bergabung di antara warga Pakasa setempat, menjadi pangombyong prosesi, selain abdidalem Pakasa yang berdatangan dari daerah sekitar Kabupaten Slawi/Tegal. (won)

lda-keraton-mataram2
MENDAKI TANGGA : Gusti Moeng selaku Ketua LDA sekaligus pimpinan rombongan dari LDA Keraton Mataram Surakarta, mendaki tangga cungkup makam Sinuhun Amangkurat Agung yang ada di Desa Pasarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Slawi/Tegal, kemarin. Prosesi itu berlangsung dalam ritual ganti selubung atau larap langse makam leluhur Mataram itu. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Editor : Budi Sarmun