Gubernur Pesan Wayang Karakter di Kampung Wayang Wonogiri

bimo-pembuat-wayang
MEMBUAT WAYANG : Bimo Mahendra Gofar (15) membuat wayang kulit pesanan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Kampung Wayang Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Kampung Wayang Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri mendapat pesanan istimewa. Pesanan tersebut datang dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Gubernur memesan dua buah wayang kulit dengan karakter dirinya.

Retno Lawiyani, pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tetuko Desa Kepuhsari mengungkapkan, pesanan itu bermula saat Gubernur berkunjung ke desa tersebut beberapa pekan lalu. Gubernur sebenarnya berkunjung untuk memberi bantuan listrik bagi masyarakat kurang mampu dan menyampaikan imbauan mengenai Covid-19.

“Mungkin karena dengar ada Kampung Wayang, kemudian berkunjung ke perajin wayang. Secara spontan menghampiri anak saya Bimo Mahendra Gofar yang waktu itu sedang menatah. Diajak mengobrol tentang sekolah, sekolah online dan sebagainya,” kata Retno, Rabu (26/8).

Remaja berusia 15 tahun itu kemudian berbincang tentang wayang dengan Gubernur. Setelah itu, Gubernur memesan wayang dengan karakter wajah Ganjar Pranowo.

Pesanan pertama berupa wayang kulit dengan karakter berwajah Ganjar yang mengenakan pakaian lurik. Setelah pesanan jadi, Gubernur ternyata memesan kembali. Pesanan ke dua sedikit berbeda. Yakni wayang kulit berwajah dirinya, namun berbadan Gatotkaca versi Bali.

“Pesanan pertama karakter Pak Ganjar berpakaian lurik seperti begawan. Sedangkan pesanan ke dua berbadan Gatotkaca versi Bali yang tampilannya gagah.

Retno mengungkapkan, Bimo dari kecil sudah mengenali seni tatah sungging wayang kulit. Dia banyak belajar dari kakeknya. Namun, remaja yang duduk di bangku kelas 1 SMK Kriya Sahid Sukoharjo itu lebih suka seni musik gamelan dan tari reog. Dia menjadi penabuh kendang di grup reog Singo Sejati Desa Kepuhsari. Terkadang, dia juga mengajari menari Ganong kepada anak-anak setempat. (Khalid Yogi)

EdItor : Budi Sarmun