Berlangsung Sederhana, Labuhan Ageng di Paranggupito Wonogiri

labuhan-agung-wonogiri
KEPALA SAPI : Warga mempersiapkan kepala sapi untuk dilarung saat upacara Labuhan Ageng di Pantai Sembukan, Desa/Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Rabu (19/8). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Upacara Labuhan Ageng dalam rangka menyambut Tahun Baru 1 Sura atau 1 Muharam 1442 H di Pantai Sembukan, Desa/Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri dilangsungkan secara sederhana, Rabu (19/8).

Rangkaian upacara hanya melarung kepala sapi dan sesaji di pantai tersebut. Tidak diikuti dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Adapun peserta maupun pengunjung juga dibatasi hanya untuk warga desa setempat. Orang dari luar Paranggupito tidak diperbolehkan ikut. Penyelenggaraan Labuhan Ageng dilakukan secara sederhana karena masih dalam masa pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Desa Paranggupito Dwi Hartono mengungkapkan, upacara melarung kepala sapi dilaksanakan sore hari di pantai tersebut. “Setelah itu, acara dilanjutkan di masing-masing RT dengan tirakatan,” katanya.

Saat tirakatan, para warga memanjatkan doa. Salah satunya agar diberi keselamatan dan terhindar dari Covid-19. “Sodakoh panyuwunan rahayu selamet terhindar Covid-19,” ujarnya.

Sejumlah RT yang menggelar tirakatan juga membawakan budaya kesenian Laras Madyo. Yakni berupa langgam Jawa yang diiringi dengan alat musik gamelan saron dan rebana.

“Ini bagian dari nguri-uri budaya Jawa asli. Nama kelompoknya Madyo Laras,” imbuhnya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun