Make-Up Ala Korea Seperti ”Wabah” Sedang Melanda, Usaha Jasa Pendidikan Ketrampilan Rias Menggeliat

make-up-ala-korea1
''WABAH'' ALA KOREA : ''Wabah'' make up ala Korea dalam bentuk pengetahuan ketrampilan sedang diajarkan instruktur Virna Eko Saputri kepada seorang siswa kursus kilat sehari rias wajah, di Cafe New Normal, Tasikmadu, Karanganyar, belum lama ini. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

MESKI masih sangat terbatas wilayah dan ukuran kelonggaran geraknya, usaha jasa pendidikan di bidang ketrampilan rias wajah dan tata rambut mulai menggeliat setelah libur panjang sekitar 4 bulan akibat pandemi Corona. Karena belum normal, semuanya masih terbatas, termasuk tata laksana proses belajar-mengajarnya tetap mengikuti aturan protokol Covid 19.

Salah satu wilayah yang sudah mulai tampak bergerak aktivitas usaha di bidang kecantikan itu, adalah Kabupaten Karanganyar. Itupun baru di kawasan Kecamatan Tasikmadu, dan kegiatannya hanya berupa kursus ketrampilan rias wajah atau make up.

Selain wilayah tempat kegiatannya yang memang dinyatakan sebagai zona hijau, tempat yang digunakan untuk kursus adalah Cafe New Normal milik Fermy Ferdianto, yang sudah lama tutup karena pandemi Corona.

Baca : Banyak Kabupaten Terbentuk di Masa Mataram Kartasura

Masker Terpaksa Dibuka

Kursus yang hanya diikuti 13 orang yang rata-rata usia muda, karena tempatnya juga sangat terbatas untuk kebutuhan tata letak sesuai protokol Covid 19 yang harus berjarak minimum 1 meter dari masing-masing pesertanya.

Selain jumlah peserta dan jarak tempat duduk, tata laksana kursus juga didahului dengan test suhu badan dan cuci tangan. Datang dengan bermasker dan ”terpaksa” dibuka ketika praktik rias wajah, karena durasi kursus dibatasi hanya sehari, pada Minggu 25 Juli, dari pagi hingga sore.

”Karena banyak keterbatasannya, hanya kami berikan ketrampilan rias wajah saja. Tetapi, juga kami perlihatkan bagaimana teknik potong rambut dan tata rambut yang disesuaikan dengan bentuk wajah dan tentunya style yang sedang ngetrend,” ujar Virna Eko Saputri, instruktur sekaligus penyelenggara kursus yang bergelar ”SH MM” itu, menjawab pertanyaan suaramerdekasolo.com, tadi pagi.

Baca : Pageblug Mayangkara Corona ”Membantu” Proses Pelemahan

Make Up Korea ”Mirip Wabah”

Kursus sehari yang diberi judul ”Make Up Ala-ala Korea” itu, adalah kali pertama yang diadakan sejak libur panjang akibat pandemi Corona sejak Maret. Meski job merias pengantin sudah dilakukan dua kali di bulan ini.

make-up-ala-korea1
MAKE UP YANG NGETREND : Make up ala Korea yang sedang digandrungi kalangan wanita muda di Tanah Air, mendatangkan rezeki bagi para peris dan instruktur seperti Virna Eko Saputri. Kursus make up yang sedang ngetrend akhir-akhir ini, digelar di Cafe New Normal, Tasikmadu, Karanganyar, belum lama ini. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Rias wajah atau make up ala Korea, menjadi trend make up ”mirip wabah” yang melanda luas dan sedang digandrungi wanita-wanita muda di Tanah Air akhir-akhir ini. Yaitu make up yang ringan dan mudah yang menghasilkan wajah yang tetap cantik, segar dan glowing.

Trend make up yang tergolong jenis ”flawless”, adalah imbas dari masuknya budaya Korea ke Indonesia dalam satu dekade terakhir. Semua yang berbau serba Korea mulai dari makanan, fashion, sinetron drama hingga make up, kini sedang melanda generasi muda bangsa Indonesia.

”Kami yang punya pekerjaan di bidang itu, ya hanya menyesuaikan saja. Karena rezeki saya dari situ. Tetapi, rias pengantin yang saya layani supremasinya tetap gaya Jawa Surakarta,” tegas ibu dua anak dan istri seorang pegawai perusahaan farmasi itu.

Baca : Seni Pakeliran Cara Konvensional Mendokumentasi Bencana Pageblug

Bangun LPK Sendiri

Kegiatan mengajar kursus ketrampilan make up itu, bagi mantan penyanyi dangdut anggota grup OM Ervana ’87 Solo (1990-2006) itu, terasa menjadi pekerjaan baru setelah libur panjang. Karena, selama 4 bulan sejak Maret itu, ”dipaksa” libur dari berbagai kegiatannya mencari nafkah.

Yaitu libur dari mengajar di sebuah LPK di Solo, libur dari job undangan merias pengantin yang dalam kondisi normal bisa sebulan penuh, dan libur dari kegiatan salon Aurella yang sekaligus menjadi kediamannya di pinggir jalan besar Solo-Surabaya kawasan Kebakkramat.

Karena ”dipaksa” pandemi Corona untuk libur panjang, tidak membuatnya lantas menyerah dan nganggur. Karena selama ”di rumah saja”, Virna mencoba memproduksi sambel dalam botol dan dipasarkan secara terbatas di lingkungan sahabat-sahabatnya sendiri.

”Ini sedang menunggu beberapa izin dari pemerintah. Kalau sudah dapat izin, langsung dipasarkan secara luas. Ya, alhamdulillah tidak sampai nganggur. Masih banyak yang bisa dikerjakan dan menghasilkan. Sebentar lagi, lembaga kursus yang kami bangun, akan beroperasi,” tunjuk Virna.

Baca : Dewan Kesenian Segera Gelar 14 Pergelaran Wayang Virtual

115 Anggota Ikut Terdampak

Perihal lembaga kursus, sejak lama wanita yang tergabung dalam Ikatan Perias Pengantin Indonesia (Ikappi) cabang Karanganyar itu cukup peduli dengan pendidikan (non formal) dan cermat melihat peluang usaha di sektor ekonomi kreatif itu.

make-up-ala-korea5
BISA MASSAL : Kursus singkat pengetahuan ketrampilan rias wajah dalam suasana tanpa ancaman (Corona) seperti yang dilakukan Virna di Balai Kota Solo, beberapa waktu lalu, bisa melibatkan peserta secara massal. Suasananya bahkan bisa lebih meriah, ketika materinya make up ala Korea.(suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Karena beberapa bekal pendidikan yang sudah didapatnya dirasa cukup, kini Virna hendak mewujudkan cita-citanya memiliki lembaga kursus ketrampilan (LKP) sendiri. Selain dirinya bisa menularkan pengetahuannya di situ, lembaga ini diharapkan bisa menampung tenaga kerja yang seterusnya bisa ikut menyebarluaskan pengetahuan ketrampilam.

Karena, pengetahuan ketrampilan di bidang rias wajah dan tata rambut misalnya, selain dibutuhkan setiap manusia untuk keperluan penampilan pribadi juga keluarga, bisa untuk bekal mencari nafkah.

”Mudah-mudahan, teman-teman seprofesi juga mulai berfikir ke arah sana. Karena, libur 4 bulan itu sangat memukul usaja jasa profesi yang berkait dengan kecantikan/penampilan. Saya ikut prihatin, karena ada 115 anggota Ikappi Karanganyar yang terdampak Corona. Rata-rata mereka mandiri, dari kelas menangah ke bawah,” papar Virna lagi. (Won Poerwono)  

Baca : Proses Belajar-Mengajar Sanggar Keraton Surakarta Terdampak Corona

Editor : Budi Sarmun