Dewan Kesenian Segera Gelar 14 Pergelaran Wayang Virtual

wayang-virtual-klaten
JUMPA PERS : Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setiawan DS memberikan keterangan tentang agenda kegiatan seni budaya pasca pandemi, Jumat (10/7).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

MASA Pandemi Covid-19 membuat semua agenda seni budaya di Kabupaten Klaten terhenti total, sejak Maret 2020 lalu. Semua rencana pergelaran wayang, sarasehan, pertunjukkan musik, lomba seni dan lainnya, terhenti total.

Larangan berkumpul, penutupan obyek wisata dan berbagai arena kegiatan seni budaya, membuat para seniman harus benar-benar di rumah karena order manggung pun terpaksa dibatalkan. Begitu juga dengan agenda Dewan Kesenian Klaten, dudah 3,5 bulan tak ada kegiatan sama sekali.

Kini, saat persiapan menghadapi era New Normal, Dewan Kesenian mulai melanjutkan kegiatan yang sempat terhenti. Meski demikian, adanya wabah menuntut kegiatan seni budaya dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Setelah 3,5 bulan kegiatan terhenti total, kami mulai menggelar sarasehan seni budaya diawali Jumat (10/7) di aula Kecamatan Kebonarum, total ada 17 lokasi di 17 kecamatan. Selain itu, akan digelar pertunjukkan wayang virtual di 14 lokasi mulai Sabtu (11/7).” kata Ketua Dewan Kesenian Klaten, FX Setiawan DS.

Dua belas pergelaran di kecamatan, dan 2 di alun-alun atau RSPD saat Hari Jadi Klaten. Wayang virtual menjadi pilihan yang paling bijaksana karena masyarakat bisa menyaksikan live streaming youtube, IG, dan melalui Radia Siaran Pemerintah Daerah (RSPD). Waktu diujicoba cukup banyak penikmatnya, sampai ke luar negeri.

“Pagelaran baru terselenggara 14 kali saat harus dihentikan karena wabah. Sarasehan dari 27 kegiatan baru 9 terlaksana. Hal yang sama terjadi pada kegiatan musik, pertemuan organisasi dan lainnya yang bersifat massal menghibur rakyat, semua dihentikan. Kini kami akan mulai lagi dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Setiawan didampingi sejumlah pengurus lainnya.

Untuk sarasehan maksimal dihadiri 60 orang dengan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan atau hand sanitizer. Untuk pergelaran wayang yang biasanya hadiri 300 undangan, kini hanya melibatkan satu dalang, dua sinden dan 8 wiyogo, ditambah undangan maksimal 30 orang. Di lokasi juga disiapkan thermogun dan ambulance, sesuai syarat.

Perubahan itu mmbuat anggaran terpaksa disetor kembali ke kas daerah, untuk satu kegiatan sisa anggaran sekitar Rp 6-7 juta. Tahun ini, Dewan Kesenian mendapat alokasi anggaran APBD Rp 3 miliar, yakni Rp 1,75 miliar dari APBD murni dan Rp 1,25 miliar dari APBD perubahan. Namun, adanya pandemi membuat anggaran APBD murni tersisa.

Tahun ini, Dewan Kesenian ingin mewujudkan Klaten ramah budaya dan pembentukan lembaga seni sampai ke desa, konsolidasi seni budaya, gerakan seni budaya sampai ke desa-desa, mrintis pamong budaya desa dan semua desa mempunyai Peraturan Desa tentang pemajuan kesenian desa.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun