Panen Melimpah, Syukuran Ala Warga Karang Rejo, Desa Sempu Kecamatan Andong Boyolali

sedekah-bumi-boyolali
MENATA KROSO: Warga menata kroso dalam acara sedekah bumi di Dukuh Karang Rejo, Desa Sempu Kecamatan Andong. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Warga Dukuh Karang Rejo, Desa Sempu Kecamatan Andong menggelar ritual syukuran. Kegiatan digelar sebagai ungkapan rasa syukur, karena hasil panen melimpah dan kehidupan masyarakat rukun serta sejahtera.

“Syukuran sedekah bumi atau dekahan desa ini rutin di selelenggarakan setiap tahun sekali pada bulan Zulhijah setelah panen padi,” ujar tokoh pemuda setempat Rubiyanto, Selasa (30/6).

Dalam ritual tradisi sedekah bumi tersebut yang digelar dihalaman rumah ketua RT setempat, Suratman, puluhan warga membawa nasi lengkap berikut lauk dan ingkung ayam. Uniknya setiap warga menggunakan pembungkus nasi yang sama, yakni ‘kroso’ atau takir besar terbuat dari anyaman daun kelapa. Setelah dilapisi daun pisang sebagai alas nasi, kemudian sejumlah sayur ditempatkan dalam takir yang juga terbuat dari daun pisang. Setelah semua lengkap, kemudian ditutup dengan daun jati. 

“Kemudian kedua ujung kroso itu diikat, dengan demikian semua masakanan sama, baik macamnya maupun ukurannya.”

Surtaman menambahkan, ukuran dan bentuk kroso pun sama karena dibuat para pemuda setempat. Bahkan menariknya lagi, dalam tradisi ritual sedekah bumi ini warga setempat juga menerapkan protokol kesehatan.

Warga setempat ke lokasi syukuran datang dengan memakai masker. Di lokasi kegiatan juga disiapkan sejumlah tempat cuci tangan dengan kran air lengkap dengan sabun. Hal ini mengingat kondisi pandemic Covid-19 yang belum sepenuhnya hilang.

“Acara tasyakuran digelar sesuai protokol kesehatan, dimana warga harus mencuci tangan pakai sabun, dan pakai masker. Saat kenduri berlangsung pun juga menerapkan physical distancing.”

Menurut Suratman, ritual dekahan atau sedekah bumi ini sudah berlangsung sejak turun temurun. Yaitu digelar satu tahun sekali, setelah panen padi kedua. Seperti tahun sebelumnya, selamatan ini selalu digelar bertepatan musim peralihan, yakni dari musim penghujan ke musim kemarau.

“Iya karena, tanah pertanian di desa kami merupakan tanah tadah hujan.”

Acara berlangsung sejak pukul 07.00 hingga pukul 09 00 ini diawali doa bersama kemudian dan diakhiri dengan saling berbagi makanan. Karena masih tahap panedmi Covid-19, maka acara dibuat sederhana tanpa pengeras suara.

“Yang penting tetap dalam kebersamaan, bersyukur dan tidak mengurangi nilai dari acara itu sendiri.”

Salah satu pengunjung Gunawan (45) asal Kecamatan Andong mengaku senang bisa mengikuti ritual sedekah bumi di Dusun Karang Rejo, Sempu ini. “Kami berharap tradisi unik ini bisa terus digelar rutin setiap tahun. Bahkan bisa dikemas lebih menarik untuk menarik wisatawan.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun