DMI Kota Jambi Ingin Belajar Dari Masjid Al Falah

masjid-al-fallah-sragen
SARAPAN SOTO :Supriyadi Yusuf dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi (kiri) dan rombongan, studi banding ke Masjid Al Fallah Sragen untuk mempelajari manajemen masjid setempat. Mereka sarapan soto di BUMM masjid setempat.(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Banyak program unik ide takmir Masjid Al Falah di Jl.Raya Sukowati, Sragen, menarik perhatian takmir masjid lain.

Mereka yang tertarik bukan hanya dari wilayah Soloraya, namun juga dari Kota Jambi. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi, mengadakan studi banding di Masjid Al Falah di Jl.Raya Sukowati Sragen, Sabtu.

Pimpinan rombongan Supriyadi Yusuf memaparkan kedatangannya ke Sragen untuk mempelajari manajemen Masjid Al Falah.

“Karena saya mendengar di Masjid Raya Al Falah Sragen, manajemennya dikelola dengan baik,” tutur Supriyadi Yusuf saat ditemui di kompleks Masjid Al Falah.

Rombongan juga disertai Ustadz Muh Syafip dari Masjid Raya Magatsari Jambi, Zanzami dari Kantor Kemenag Jambi, Eko Riyadi Bagian Kesra Pemkot Jambi, serta Novian Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Kota Jambi.

Takmir Masjid Al Falah Kusnadi Ichwani menerima rombongan DMI Kota Jambi serta menjamu makan soto dan wedang Angsle di warung Badan Usaha Milik Masjid (BUMM). Warung itu terletak di kompleks masjid. Kusnadi ingin menunjukkan kepada tamunya bahwa diantara manejemen yang tengah digalakkan adalah membangun BUMM.

Direktur Masjid Al Falah Eko Wijiono memaparkan dengan pengelolaan manajemen yang baik dan adanya BUMM di masjid raya, banyak disukai para pengelola masjid dari berbagai daerah.

“Sehingga mereka tertarik stundi banding ke Masjid Al Falah,” tuturnya.

Program Unggulan

Dikatakan setelah Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta hangat diperbincangkan di medsos karena manajemennya, kini giliran Masjid Raya Al Falah yang diperbincangkan karena program-programnya yang unik.

“Masjid Jogokariyan dan Al Falah, ibarat kakak beradik, karena berasal dari ruh dan spirit yang sama,” tuturnya.

Hal itu, lanjut Eko Wijiono berawal saat menghadirkan pembicara Ustadz Muhammad Jazir, selaku takmir Masjid Jogokariyan membuat seluruh takmir masjid Al Falah terpompa semangatnya untuk bersama-sama mengurus masjid dan memajukan masjid secara profesional.

Kini kemajuan masjid Al Falah sudah terlihat. Sehingga menarik takmir masjid untuk studi banding. Mereka yang sudah studi banding diantaranya dari Masjid PKU Cepu, Masjid Agung Jambi dan DMI Kota Jambi, Masjid Mujahidin Magelang serta Ranting Muhammadiyah Karangmojo Kabupaten Ponorogo.

Kusnadi Ichwani menjelaskan diantara program unggulan adalah menyediakan buka puasa dan sahur ramadhan 2000 porsi, menyediakan buka puasa Senin, Kemis. Memberangkatkan umroh bagi jemaah yang shalat tarawih dan paling rajin shalat.

“Kami juga menggelar Layanan Brigade Bersih Masjid yang melayani pembersihan masjid-masjid di Sragen Kota,” tuturnya. Pihak manajemen juga menggaji seluruh karyawan atau Abdi Dalem Masjid total 35 orang. Ada juga pemberian sepeda motor bagi jemaah shalat subuh paling rajin.

“Kami juga menyediakan ATM beras untuk kaum dhuafa,” tambah Eko Wijiono.

Manajemen juga menyediakan penitipan barang secara gartis bagi jemaah yang hendak shalat, namun membawa barang berharga. Masjid Al Falah berada di tepi jalan raya Sragen – Ngawi, sehingga banyak musyafir yang memanfaatkan masjid itu.

Takmir masjid bahkan sepakat mengganti barang yang hilang di dalam masjid. Tak hanya itu, manajemen juga memberikan layanan Event Organizer (EO) Wedding (pernikahan) serta mendirikan BUMM.

“Program itulah yang disampaikan kepada Dewan Masjid Indonesia Kota Jambi dan Takmir Masjid Raya Jambi yang melakukan studi banding disini,” tutur Kusnadi Ichwani.

Eko Wijiono menambhakan, takmir masjid asal makasar, Palopo, Riau, Palembang, Tasik dan Tangeran Selatan, sudah berkirim surat ingin belajar ke masjid Al Falah Sragen.(Anindita AN)

Editor : Budi Sarmun