Lomba ”Maca Geguritan” untuk Remaja Usia SMP dan SMA se-Surakarta

geguritan-solo1

SOLO,suaramerdekasolo.com – Keraton Surakarta bersama Jurusan Sastra Daerah UNS dan kelompok Kapang Rinasa Surakarta akan menggelar sayembara Maca Geguritan untuk remaja usia SMP-SMA sewilayah Surakarta atau Soloraya dan dibatasi hanya 50 peserta saja.

Lomba yang akan digelar dalam sehari di Wisma Seni kompleks Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta (TBS), pada 15 Maret, dalam rangka memeriahkan ritual tingalan jumenengan Sinuhun Paku Buwono XIII yang akan digelar Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, 20 Maret.

”Iya. Untuk tingalan jumenengan kali ini, kebetulan ada kesempatan bisa bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menggelar kegiatan di luar keraton, yaitu sayembara Maca Geguritan. Kebetulan banyak teman-teman seangkatan dan alumni dibawah saya dari jurusan Sastra Daerah UNS. Mereka tergabung dalam kelompok Kapang Rinasa. Materi yang dibaca untuk lomba disediakan teman-teman dari kelompok itu. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi kami dan bagi kerjasama ini. Kami berharap bisa berlanjut pada tahun-trahun berikutnya,” harap GKR Wandansari Koes Moertijah selaku Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, menjawab pertanyaan suaramerdekasolo.com, tadi siang.

Menurut Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta yang akrab disapa Gusti Moeng itu, sayembara atau lomba membaca naskah cerita pendek (cerpen) atau cerita cekak (cerkak) yang dalam sastra Jawa disebut geguritan yang melibatkan kalangan pelajar terbatas atau masyarakat secara luas, sudah sangat langka terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Bahkan, di kalangan masyarakat yang lahir mulai tahun 1980-an saja, istilah sayembara Maca Geguritan saja sudah rata-rata tidak dimengerti atau dipahami.

Sebab itu, baik selaku Ketua LDA maupun Pengageng Sasana Wilapa, alumnus Jurusan Sastra Daerah UNS tahun 1985-an itu menyampaikan simpati dan penghargaan tinggi kepada berbagai pihak yang mengajak Keraton Surakarta untuk bekerjasama menggelar kegiatan sayembara Maca Geguritan ini.

Namun untuk kali ini, sayembara akan digelar secara terbatas dengan 50 peserta saja yang mendaftar melalui on line (WA) kepada Tri Basuki Setyo Rahayu (panitia), dengan uang pendaftaran sebesar Rp 50 ribu/peserta.

geguritan-solo2

Pendaftaran sudah dibuka sejak Februari lalu, dan akan ditutup sampai kuota jumlah peserta terpenuhu sebanyak 50 orang sebelum kegiatan dimulai pada 15 Maret mulai pukul 09.00 WIB di Wisma Seni kompleks TBS, Kentingan, Jebres. Selain terbatas jumlah pesertanya, ada keterbatasan lain yang menjadi ketentuan panitia yaitu remaja kelahiran 2003-2007 atau seusia SMP sampai SMA.

”Tim jurinya ada tiga orang, salah satunya dari Sanggar Pasinaon Pambiwara Keraton Surakarta, yaitu KRRA Budayaningrat. Untuk penyaji terbaik I hadiahnya Rp 1 juta. Penyaji terbaik berikutnya sampai harapan juga ada hadiahnya, selain piala dan piagam. Naskah geguritan yang jadi materi lomba, bisa diunduh di websitenya Kapang Rinasa,” ujar KRT Darponagoro, salah seorang staf Gusti Moeng. (Won Poerwono)

Editor : Budi Sarmun