Diharapkan 50-an Anggota FKIKN Sukseskan FKN ke-14 di Denpasar Bali

festival-keraton-2020
SAMBUTAN KIRAB : Gusti Moeng selaku Sekjen FKIKN, berdiri di antara pejabat daerah setempat dan para raja anggota FKIKN, saat memberi sambutan sebelum kirab budaya kontingen peserta FKN ke-12 di Istana Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar, Sumbar dilepas berkeliling di kota itu. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

*Promo Potensi Wisata Budaya di Saat ”Terpukul Virus Corona”

DENPASAR,suaramerdekasolo.com – Bali, akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-14 yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari di akhir September 2020 ini.

Sekretariat Jenderal (Setjen) Forum Komunikasi dan Informasi Keraton se-Nusantara (FKIKN) yang berkedudukan di Keraton Surakarta (Solo) berharap, 50-an anggota forum raja-raja/sultan/datu/pelingsir adat itu bisa hadir semua dan mengikuti semua agenda acara yang digelar panitia FKN.

”Pertemuan Setjen FKIKN dengan kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebagai tuan rumah penyelenggara, sudah menyepakati beberapa hal untuk persiapan maupun pelaksana agenda FKN ke-14 yang dijadwalkan akhir September. Setjen FKIKN dan tuan rumah sangat berharap, semua nggoat forum yang jumlahnya 50-an itu bisa hadir. Mudah-mudahan bisa mengikuti semua agenda acaranya. Kami berharap semua bisa menyukseskan festival ini”.

”Mengapa saya sangat berharap semua bisa hadir?, karena tempatnya sangat strategis untuk promo kekayaan adat, seni dan budaya masing-masing anggota. Karena Bali sudah dikenal dunia sebagai objek wisata berkelas, untuk itu menjadi tempat yang strategis untuk memasarkan komoditas pariwisata kekayaannya. Saatnya juga sangat tepat untuk promo.

Karena saat ini sektor kepariwisataan Indonesia menjadi bagian yang terkena imbas masalah virus corona. Untuk itu, pada saat yang sama perlu digenjot promo pariwisata, melalui FKN ke-14 itu,” tunjuk Sekjen FKIKN GKR Wandansari Koes Moertijah yang akrab disapa Gusti Moeng, menjawab pertanyaan suaramerdekasolo.com, tadi siang.

festival-keraton-2020-2
DI KEDATUAN LUWU : Gusti Moeng selaku Sekjen FKIKN saat hadir di antara para raja anggota FKIKN di upacara pelepasan kirab budaya pembukaan FKN ke-13 di Kedatuan Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Oktober 2019.(suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Pertemuan antara Setjen FKIKN dengan Pemprov Bali selaku tuan rumah penyelenggara itu, memang baru mengkomunikasikan dan menyepakati isi kegiatan FKN seperti yang sudah berlangsung selama 13 kali di sejumlah provinsi sejak yang pertama digelar di Keraton Surakarta tahun 1995.

Di situ juga dibahas masukan-masukan untuk melengkapi dan menyempurnakan dari agenda-agenda acara yang sudah ada, seperti kegiatan dialog budaya yang mengakomodasi komponen-komponen dan pihak lain dari luar FKIKN, misalnya kalangan kampus, sanggar-sanggar seni budaya/pemerhati budaya dan lembaga-lembaga masyarakat adat yang belum terwadahi dalam FKIKN maupun Majlis Adat Keraton se-Nusantara (MAKN).

Sudah Saatnya Diakhiri

Dalam pertemuan itu belum ditentukan tanggal pelaksanaannya, tetapi Setjen FKIKN memberi masukan agar bisa digelar selama tiga hari di akhir pekan, yaitu Jumat, Sabtu dan Minggu di akhir September nanti.

Mengenai agenda acara FKN, seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya dimulai dengan welcome party, kirab budaya, pentas seni kontingen peserta, peragaan busana dan pameran benda-benda budaya yang bisa dibarengi dengan musyawarah agung khusus anggota FKIKN, seminar, dialog budaya dan sebagainya.

Seperti pernah diberitakan SMS.Com, FKN ke-13 digelar Oktober 2019 di Kedatuan Luwu, Sulawesi Selatan. Tahun 2020 ini, FKN ke-14 digelar di Denpasar (Bali), yang sudah mengajukan permohonan kesiapannya menjadi tuan rumah saat pelaksanaan FKN ke-12 di Istana Pagaruyung, Kabupaten Tanah datar, Sumatera Barat tahun 2018. FKN yang sejak pertama di Solo kemudian digelar tiap 2 tahun sekali, setelah FKN ke-9 di Kota Waringin, Kaltim tahun 2016, diputuskan berlangsung tiap tahun dan di tahun 2017 pelaksanaan FKN ke-10 digelar di Keraton Kasepuhan, Cirebon (Jabar).

festival-keraton-2020-3
MENGHIASI BALIHO : Setiap berlangsung Festival Keraton Nusantara (FKN) di manapun selama ini, wajah Gusti Moeng selaku Sekjen FKIKN selalu terpampang menghiasi papan-papan publikasi, seperti di baliho yang berdiri di kantor sekretariat panitia FKN ke-10 di Kabupaten Kota Waringin, Kaltim, 2016. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

”Yang sudah berjalan baru dapat 13 keraton. Masih ada 35 keraton anggota FKIKN yang menunggu giliran menjadi tuan rumah. Itu berarti perlu waktu 35 tahun lagi untuk menuntaskan semua anggota kebagian menjadi tuan rumah penyelenggara FKN. Sebenarnya tidak sulit menjadi tuan rumah.

Persoalannya, apakah keraton anggota FKIKN yang kepengin jadi tuan rumah sudah siap? Karena, yang akan membiayai ‘kan Pemprov dan Pemda-pemdanya. jadi, kesiapan anggaran pemerintah setempat menjadi syarat cukup penting,” tambah Gusti Moeng yang juga ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) dan juga Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta.

FKN ke-14 yang akan digelar di Denpasar, Bali, selain akan menjadi momentum strategis dalam menggenjot pemasaran komoditas pariwisata Nusantara di saat pasar pariwisata terpukul karena virus corona, juga bisa menjadi momentum kebangkitan semangat FKIKN dan MAKN untuk mengajak warga bangsa kembali mencitai warisan adat, seni dan budaya yang dipancarkan masing-masing keraton anggota dua lembaga itu.

Sekaligus menjadi titik puncak kepedulian warga bangsa dan semua pihak untuk menegaskan kembali bahwa fenomena munculnya keraton-keraton baru yang tidak jelas latarbelakangnya itu, sudah saatnya diakhiri dan mendorong lahirnya kembali kepedulian terhadap jasa-jasa semua keraton di Nusantara yang telah mendirikan NKRI. (Won Poerwono)