Manfaatkan Tampah Lukis Wayang Punokawan Petruk

ki-djoko-sutejo

KI Djoko Sutedjo, seniman ini tak juga kekurangan inovasi. kali ini pelukis asal Dukuh Pelang, Desa Bade, Kecamatan Klego, Boyolali ini berinovasi melukis wayang dari media tampah .

Ia bercerita dahulu kala nenek moyang melukis wayang dari bahan bebatuan, kulit kayu pohon, kulit kerbau, sapi. Dari zaman ke zaman wayang kemudian dilukis di bahan kertas kaca.

Nah, baru akhir-akhir ini banyak dilukis di kain kanvas. Kali ini Sata mencoba mencoba berinovasi experimen melukis Wayang Purwa dengan media tampah/tampir,” katanya kepada Suara Merdeka, Selasa (11/2).

Pada awalnya Ki Djoko melihat tampah digantungkan di dapur. Zaman dahulu ibu ibu, tampah dibuat untuk menampi beras. Namun, tampah tersebut sudah tidak dipakai lagi. Apesnya lagi nasib sekarang tampah yang dibuat dari anyaman bambu ini tergusur oleh kemajuan zaman yang serba modern diganti dengan bahan yang serba plastik, semua anyaman berbahan dari plastik.

Dasar Ki Djoko yang banyak berkreatif melihat tampah yang digantung di dapur sudah tidak dipakai lagi inisiatifnya muncul.

“Alangkah baiknya tampah tersebut dilukisi wayang. Dan ternyata menjadi sebuah karya seni yang bernilai tinggi,” katanya.

Ki Djoko mengungkapkan, lukisan bermedia dari tampah ini memang sudah sejak lama ada dibenaknya dan baru bisa dilakoni belum lama ini. Ia pun dengan penuh semangat berkarya.

“Ternyata lukisan wayang tampah ini banyak yang berminat. Umumnya untuk hiasan dinding, warung warung makan dan restoran,” kata seniman yang lama menetap di Semarang ini.

Menurut rencana karya lukisan wayang tampah Ki Djoko akan dipamerkan serta pematung dari bambu Bagio dari Salatiga, di tempat wisata Garden Bamboo, taman bambu di Somowono kabupaten Semarang, awal Maret 2020. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto