Belajar Sejarah Melalui Barang Antik, Cara SD Al Firduas Kenalkan Masa Lampau

sd-alfirdaus-belajar-barang-antik
BARANG ANTIK : Siswa kelas 5 SD Al Firdaus menggelar pameran barang antik. Kegiatan tersebut sebegai pembelajaran sejarah. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com –Suasana SD Al Firdaus kemarin terlihat berbeda dengan hari biasa. Di atas meja meja yang disusun  memyerupai huruf U terlihat berbagai jenis benda yang terlihat lawas dan kuno.

Beberapa bahkan harus diletakkan sehati hati mungkin mengingat barang tersebut telah berusia puluhan tahun.

Ya, di sekolah tersebut  siswa kelas 5 menggelar Pameran Barang Antik, Kamis (30/1). Pameran Barang Antik yang digelar bertemakan Where We Are In Place and Time tersebut .

 “Pameran ini bersifat insidental yang berarti hanya dilakukan di waktu tertentu saja. Indikatornya adalah anak-anak mengaitkan kebudayaan zaman dahulu dengan zaman sekarang, sehingga muncul ide barang-barang yang masih memiliki keterkaitan antara zaman dahulu dengan zaman sekarang yaitu barang antik,” ungkap Ainul Qoyim, kepala Sekolah SD Al Firdaus Solo.

Sebelum kegiatan pameran, guru terlebih dulu memancing siswa untuk berpikir kritis dengan memberikan ide tentang barang tempo dulu dan sekarang. Selain itu para siswa juga melakukan kunjungan ke Keraton Mangkunegaran  untuk mengamati barang kuno.

Report Text

Dari hasil kunjungan tersebut diambil program akhir yaitu mengadakan Expo Barang Antik. Pameran ini juga mendapatkan dukungan penuh dari guru dan para orang tua siswa.

“Orang tua sangat mendukung sekali acara ini karena sebelumnya sudah diberitahu oleh wali kelas. Bahkan ada beberapa orang tua yang rela membeli barang antik di Pasar Triwindu. Selain itu juga ada yang membawa koleksi dari rumah, seperti salah satu guru membawa sepeda kuno yang tadi pagi dikayuh langsung dari rumah oleh suaminya,” tambahnya.

Ketika menjaga stan, para siswa dibagi menjadi dua jadwal yaitu jadwal pagi dan siang. Kedatangan para pengunjung pun juga memiliki batasan. Hal ini dilakukan agar para pengunjung bisa menikmati pameran tanpa berdesak-desakan dan tentunya yang melayani juga tidak merasa kewalahan.

Barang antik yang dipamerkan antara lain sepeda, kamera, setrika, perangko, kaset, koin, dan uang kertas yang semuanya sudah sangat kuno.

Siswa kelas 3, 4, dan 6 ikut berpartisipasi dengan mengamati pameran dan melakukan wawancara baik dengan guru maupun siswa kelas 5 yang nantinya akan dibuat report text.

Dengan diadakannya kegiatan pameran ini, kepala sekolah berharap agar siswa mampu mengomunikasikan ilmu pengetahuan yang telah mereka peroleh.(Evie Kusnindya/mg)

Editor : Budi Sarmun