Kebaya, Eksotisme Perempuan Jawa

kebaya1

KEBAYA tak hanya monopoli budaya Jawa. Kebaya kini jadi pakaian yang umum dikenakan perempuan di seluruh Tanah Air. Kata kebaya diduga diambil dari bahasa Arab, ‘abaya’, yang berarti pakaian.

Tak hanya itu, ada juga pendapat yang menyebut kebaya berasal dari Tiongkok ratusan tahun yang lalu. Jenis pakaian itu lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatra, dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat.

Bagi wanita Jawa. Kebaya tidak hanya sebagai sebatas pakaian saja. Lebih dari itu baju kebaya menyimpan sebuah filosofi tersendiri. Sebuah filosofi yang mengandung arti nila-nilai kehidupan.

Keberadaan kebaya di Indonesia tidak hanya sebagai salah satu jenis pakaian saja.Kebaya juga memiliki makna dan fungsinya yang lebih dari itu.

Modelnya yang sederhana yang dapat dikatakan mencerminkan kesederhanaan dari masyarakat Indonesia.

Nilai filosofi dari kebaya yaitu kepatuhan, kehalusan dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut.

Kebaya biasanya di pasangkan dengan jarik atau kain yang membebat tubuh. Kain yang membebat tubuh secara langsung akan membuat wanita yang menggunakannnya kesulitan untuk bergerak dengan cepat.

Itulah sebab mengapa wanita jawa identik dengan pribadi yang lemah gemulai

Memakai pakaian kebaya akan membuat wanita yang memakainya terlihat seperti seorang wanita yang anggun dan mempunyai kepribadian.

Potongan kebaya yang mengikuti bentuk tubuh mau tidak mau wanita harus bisa menyesuaikan dan menjaga dirinya sendiri.

kebaya2
FOTO/FACEBOOK

Fungsi stagen sebagai ikat pinggang, bentuknya tak ubah seperti kain panjang yang fungsinya untuk ikat pinggang.

Tetapi dari bentuknya yang panjang itulah nilai-nilai filosofi luhur ditanamkan, yang merupakan symbol agar bersabar/ jadilah manusia yang sabar, kaitannya yang erat dengan peribahasa jawa “Dowo Ususe’ atau panjang ususnya yang berarti sabar.

dan itulah sedikit cerita makna dan filosofi dari kebaya. (enang wahyu)

Editor : Budi Sarmun