Makna Simbolik Lukisan Raden Saleh

lukisan-perlawan-kolonial-belanda4

KARYA-karya pelukis Raden Saleh yang mengandung unsur perlawanan simbolik terhadap kolonialisme Belanda.

lukisan-perlawan-kolonial-belanda3

“Potret Herman Willem Daendles”, 1838, “Antara Hidup dan Mati”, 1848, “Kapal dilanda Badai”, 1851, “Potret Bupati Majalengka”, 1852, “Penangkapan Pangeran Diponegoro”, 1857, dan “Gunung Merapi Meletus di Malam Hari” 1865.

lukisan-perlawan-kolonial-belanda2

Simbol yang digunakan Raden Saleh untuk menyampaikan pesannya melalui bentuk, warna, goresan, komposisi, ikon, suasana, kesan, dan bahasa tubuh.

Warna merah putih, warna langit, bangsa kulit berwarna, bendera Belanda, lambang kerajaan Belanda, ikon singa, banteng, jalan, peta, teropong, pakaian, bintang jasa, ekspresi wajah, gesture, silhuet manusia.

lukisan-perlawan-kolonial-belanda1

Sosok diri Raden Saleh, keris, tasbih, bulan, suasana pertarungan, kapal, karang, badai, tiang layar kapal, cabikan bendera Belanda, langit, sinar matahari, gunung, lahar panas, rumah, tombak, kereta kuda, bencana alam, gejolak ombak, perburuan, kemuraman, kesengsaraan, ekspresi kemarahan, ketidakberdayaan, naluri mempertahankan diri, dan sebagainya.

Makna simbolik anti kolonialisme tersebut dapat ditafsirkan melalui makna-makna baik yang tersurat maupun tersirat, yaitu pemaknaan denotatif dan konotatif.

lukisan-perlawan-kolonial-belanda5

Adapun proses penafsirannya memerlukan referensi berupa makna simbol secara umum, pendapat nara sumber, penelitian terdahulu, referensi sejarah, budaya dan psikologi.

Oleh : Katherina Achmad