Menakjubkan! 5 Teknologi Canggih di Masa Lalu

kemajuan-teknologi-masa-lalu
FOTO/brilio

DUNIA ini sungguh menyimpan banyak misteri, termasuk kemajuan teknologi yang tak terbayangkan.Untuk saat ini, mungkin penemuan-penemuan teknologi baru terdengar lumrah, namun apa jadinya kalau sebenarnya kemajuan teknologi yang ada saat ini pernah diciptakan sebelumnya di masa lampau, dimana ilmu pengetahuan belum semaju sekarang?

Memang rasanya hampir tidak masuk akal bagaimana orang-orang terdahulu memiliki peralatan canggih seperti sekarang, padahal di masa itu pengetahuan masih sangat terbatas sekali. Tetapi, hal tersebut justru menguak fakta bahwa peradaban nenek moyang kita dulu bisa jadi lebih maju dibandingkan sekarang.

Jika penasaran, berikut adalah beberapa teknologi kuno yang berhasil ditemukan oleh para arkeolog.

Baterai Baghdad

Baterai-Baghdad

LIstrik diyakini ditemukan pada abad ke-17. Pada tahun 1600, dokter Inggris William Gilbert menggunakan kata Latin “electricus” untuk menggambarkan kekuatan yang diberikan zat-zat tertentu ketika digosokkan satu sama lain.

Beberapa tahun kemudian ilmuwan Inggris lainnya, Thomas Browne, menulis beberapa buku dan dia pertama kali menggunakan kata “listrik” untuk menggambarkan penyelidikannya berdasarkan pada karya Gilbert.

Pada 1752, Ben Franklin melakukan eksperimennya dengan layang-layang, kunci, dan badai. Ini membuktikan bahwa kilat dan percikan listrik kecil adalah hal yang sama, sehingga terciptalah listrik.

Mungkin pada abad ke-17 tersebut, ilmu pengetahuan sudah mulai berkembang, sehingga penemuan listrik (meskipun sebuah terobosan besar) tidak begitu mengejutkan. Tapi, apa jadinya kalau teknologi listrik ini sudah ada jauh sebelum abad ke-17 tersebut? Apakah Anda mempercayainya?

Ternyata pada tahun 1938 di Baghdad, Irak, telah ditemukan sebuah baterai yang diyakini berasal dari 250 tahun sebelum masehi. Baterai tersebut berbentuk seperti pot keramik yang berisi tembaga dan sebatang besi. Namun, tujuan penggunaan dari benda ini masih menjadi misteri.

Cangkir Lycurgus

Cangkir-Lycurgus

Cangkir Lycurgus adalah cangkir sangkar kaca Romawi yang diciptakan pada abad ke-4. Mungkin pada masa itu cangkir merupakan sesuatu hal yang biasa, namun yang menjadikannya luar biasa adalah teknologi yang menghiasi cangkir tersebut.

Cangkir Lycurgus terbuat dari kaca dichroic, yang menunjukkan warna berbeda tergantung pada apakah cahaya melewatinya atau tidak, seperti warna merah saat menyala dari belakang dan hijau saat dinyalakan dari depan.

Efek dichroic tersebut tercipta dengan proporsi kecil partikel nano emas dan perak yang tersebar dalam bentuk koloid di seluruh bahan kaca. Ini adalah salah satu objek kaca yang secara teknis paling canggih yang diproduksi sebelum era modern.

Penelitian tentang bagaimana kaca dapat membuat efek dichroic ini telah mengarahkan para peneliti untuk percaya bahwa pengrajin Romawi adalah pelopor nanoteknologi. Mereka mengisi kaca dengan partikel-partikel perak dan emas, ditumbuk hingga berdiameter 50 nano meter, kurang dari seperseribu ukuran sebutir garam meja.

Campuran logam mulia yang tepat menunjukkan bahwa bangsa Romawi mengetahui persis apa yang harus dilakukan untuk menciptakan efek ini, artinya ilmu pengetahuan pada saat itu sudah cukup berkembang.

Bola Batu Kosta Rika

Bola-Batu-Kosta-Rika

Bola Batu Kosta Rika adalah kumpulan lebih dari 300 bola yang berbentuk hampir sempurna. Pertama kali ditemukan di hutan-hutan Kosta Rika pada 1930-an. Ukurannya bervariasi, dari beberapa sentimeter hingga beberapa meter, beratnya mencpai 16 ton.

Para ilmuwan belum bisa memastikan siapa yang membuatnya, berapa usianya atau tujuan pembuatannya. Namun, untuk membentuk batu yang hampir bulat sempurna tentu membutuhkan peralatan-peralatan yang canggih dan mumpuni.

Beredar cerita yang menyebutkan bahwa batu-batuan ini ada hubungannya dengan campur tangan alien atau benua Atlantis yang hilang. Itu semua merujuk pada kemustahilan orang-orang zaman dahulu bisa membuat struktur yang begitu sempurna tanpa bantuan alat-alat canggih.

Kompas Viking

Kompas-Viking

Sistem navigasi pelayaran saat ini sudah modern dan dipermudah dengan kehadiran Global Positioning System (GPS). Keakuratan dari GPS ini sudah tidak diragukan lagi, sehingga di zaman ini GPS begitu berguna.

Pertanyaannya, bagaimana orang di masa lalu bisa berlayar mengarungi lautan, menjelajah tanpa adanya GPS? Salah satunya adalah dengan mengamati rasi bintang.

Yang mengejutkan, bangsa Viking dapat mengarungi lautan tidak seperti bangsa lain, yang jika ingin menuju suatu tempat mereka harus mendayung berputar-putar, karena sistem navigasi yang tidak terlalu akurat.

Bangsa viking mempunyai kompas yang dikenal sebagai cakram Uunartoq. Kompas ini mempunyai teknologi yang bisa dibilang sangat canggih pada masa itu. Artefak kompas viking ini ditemukan pada tahun 1948.

Setelah pengujian, para ilmuwan menemukan kurang dari 4 derajat kesalahan, yang sebanding dengan kompas modern saat ini.

Mekanisme Antikythera

Mekanisme-Antikythera

Di lepas pantai pulau Antikythera, penyelam menemukan bangkai kapal yang menyimpan koleksi patung Yunani dan barang-barang lainnya yang tak ternilai. Diantara temuan tersebut adalah benda dengan sekitar 30 roda gigi yang dikenal sebagai “Mekanisme Antikythera”.

Mekanisme Antikythera ini sudah ada sejak abad kedua sebelum masehi. Setelah dilakukan serangkaian penelitian, ternyata mekanismenya adalah sebuah komputer kuno yang mampu melacak pergerakan astronomi dengan ketepatan luar biasa.

Perangkat ini mampu mengikuti pergerakan bulan dan matahari, memprediksi gerhana dan bahkan menciptakan kembali orbit bulan yang tidak beraturan.

Selain itu, para peneliti juga mempercayai bahwa perangkat ini juga telah menggambarkan posisi planet-planet. Tidak pernah ada peradaban kuno sebelumnya yang pernah menciptakan perangkat rumit seperti Mekanisme Antikythera ini. (ivan)

Editor : Budi Sarmun