Kreatifitas Tak Terbatas, Lukisan 33 Orang Alami Gangguan Jiwa

ogd-diah-warih-solo
KARYA LUKIS- Direktur Yayasan Diwa, Diah Warih Anjari didampingi Khosim melihat puluhan karya seni lukis karya orang-orang yang mengalami gangguan jiwa dipamerkan di Kopi Parang, Sondakan, Laweyan, Sabtu (21/12) malam. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Puluhan orang yang mengalami gangguan jiwa ternyata dapat berkarya yang menakjubkan. Ya, sebanyak 33 orang yang ”tidak waras” bisa menghasilkan 40 karya lukis. Nah sebanyak 40 lukisan tersebut, sejak Sabtu (21/12) malam dipamerkan di Kopi Parang, Sondakan, Laweyan.

Pameran karya seni lukis bertajuk ”Kreatifitas Tak Terbatas” itu menampilkan puluhan karya hasil polesan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Bermacam aliran lukisan ditampilkan, seperti karya lukisan abstrak, natural, ada juga lukisan yang berlatar belakang alam semesta hingga corat-coretan dinding yang berwujud berbagai benda.

Puluhan karya lukis dari 33 orang yang sedang mengalami gangguan jiwa tersebut dapat dipamerkan oleh seorang pelukis muda yakni Khosim. Pelukis yang menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) tersebutlah yang mendidik serta membina 33 ”orang gila” untuk diajari melukis.

”Sangat senang sekali, hasil karya teman-teman ODGJ dapat dipamerkan, sehingga dapat diketahui dan dilihat oleh masyarakat yang sedang ngopi di Kopi Parang. Dan ini sebagai bukti bahwa orang berkebutuhan khusus dapat berkarya seperti orang normal lainnya,” ungkap Khosim disela mendampingi Direktur Yayasan Diwa Center, Diah Warih Anjari yang Sabtu kemarin membuka acara pameran.

Khosim menambahkan, tidak mudah untuk menghasilkan puluhan karya dari puluhan ODGJ. Untuk berkomunikasi saja, lanjutnya, perlu kesabaran dan pemahaman agar ilmu dan cara melukis yang diajarkannya dapat tersalurkan.

”Bicara dengan mereka saja susah, apalagi saya bukan ahli medis, intinya harus sabar dan berusaha agar mereka yakni ODGJ dapat memposisikan diri sama dengan saya (sebagai seniman),” kata pelukis berambut gondrong itu.