Lukisan Potret Indonesia Basoeki Abdullah

basuki-abdullah1

PADA 1925, ketika Basoeki Abdullah berumur 10 tahun, dia melukis tokoh “Mahatma Gandhi” menggunakan pensil pada kertas, 21 x 28 cm, dengan hasil yang luar biasa untuk ukuran anak seusia itu.

basuki-abdullah2

Secara historis lukisan ini termasuk karya yang mengawali kehadiran lukisan potret setelah Raden Saleh. Karya ini dapat disaksikan di Museum Basoeki Abdullah Jakarta.

basuki-abdullah3

Seni lukis potret sebagai media ekspresi pada awalnya muncul sejak pra-Persagi, dan berkembang pesat di masa Persagi dan era sanggar-sanggar sekitar tahun 1938 ke atas. Lukisan potret Ibuku (1935), Sesudah Konser (1936), Di Depan Kelambu Terbuka (1939) oleh S. Sudjojono, Potret Diri (1936) oleh Safei Sumardja, Ny. Oentari (1936) Gatotkaca dengan Anak-Anak Ardjuna (1956) oleh Basoeki Abdullah,

basuki-abdullah4

Aku & Kartika (1939) dan Ibuku (1941) oleh Affandi, dan Wanita Yogya oleh Trubus, Dik Kedah dan Kustiyah oleh Sudarso, Kakek Petarung Ayam (1941) oleh Le Man Fong, Kakek dan Menyusui karya Dullah, dan semua pelukis berhasil membuat lukisan potret yang ekspresif, seperti Hendra Gunawan, Barli, Wahdi, Sudjana Kerton, dan lain-lain. (*)

basuki-abdullah5

Editor : Budi Sarmun