Urip Urup Ala Dyah Yuni Kurniawati

BAGI Dyah Yuni Kurniawati, seni tak sekadar bisa memuaskan diri sendiri namun harus bisa bermanfaat untuk lingkup yang lebih luas. Karena itulah, dosen Prodi Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa Desain (FSRD) UNS tersebut berupaya mengkombinasikan berbagai bidang ilmu dengan seni.

 “Selama ini seni rupa murni cukup kaku dan hanya untuk kalangan tertentu. Saya ingin seni itu bisa bermanfaat untuk kalangan yng lebih luas. Makanya saya membuat berbagai kegiatan pengabdian maupun riset yang melibatkan seni ke berbagai bidang,” kata wanita kelahiran Ngawi ini.

Wanita yang sejak kecil lekat dengan dunia seni ini mengemukakan jika seluruh kegiatan pengabdian yang dilakukannya selalu mengaitkan seni. Sebagai salah satu pelaku seni, Dyah berprinsip tak ingin menjadi seniman yang kaku.

Baca : Malam Pentas Penyutradaan 2019, Teater Nyai Ontosoroh

Ia lebih ingin menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat melalui bidang yang ia kuasai.

“Sebab urip kui kudu urup atau hidup itu harus bermanfaat,” katanya.

Namun seni tersebut ia olah sedemikian rupa agar bisa bermanfaat baik dalam hal pemberdayaan ekonomi maupun sosial. Ia pun mulai menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis seni maupun ekonomi kreatif.

Baca : Upaya Menyatukan Persepsi Gaya, Agar Dipahami Secara Jelas Maknanya

Diyah sangat menikmati berinteraksi dengan masyarakat, terutama dlam kaitannya bidang seni. Ia pun mengajari masyarakat memanfaatkan barang limbah menjadi bend multifungsi bernilai ekonomis tinggi.

 “Berinteraksi dengan masyarakat itu sangat menyenangkan. Saya jadi tahu kesulitan mereka dan bisa berbuat sesuatu untuk mereka, ” kata wanita berparas manis ini.Sebagai dosen pengampu kewirausahaan di FSRD UNS, Dyah juga mengajak mahasiswanya untuk mengedepankan seni dan kreativitas sehingga mampu menghasilkan luaran yang menghasilkan. (Evie Kusnindya)

Baca : BPCB Kebut Selesaikan Dua Candi Perwara Di Kompleks Candi Sewu

Editor : Budi Sarmun