Surat Wasiat Mbah Tris Bagi Maestro Wayang Weber

wasiat-suami-maestro-wayang-beber1
TERUS BERKARYA : Wanita pelukis otodidak spesialisasi wayang beber klasik, Mbah Ning (69), terus berkarya walau dalam kondisi selalu terganggu kesehatannya. Penerima penghargaan sebagai pelukis pelestari wayang beber dari Kemendikbud 2018 ini, berharap ingin numpang hidup bila sewaktu-waktu sang suami dipanggil Sang Khalik. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

*Hanya Ingin Sekadar Menumpang Hidup

DRAMA perjalanan hidup wanita pelukis klasik otodidak spesialisasi wayang beber yang bernama lengkap Hermin Istiariningsih yang akrab disapa mbah Ning (69), tampaknya akan masih berdinamika setelah melepas ikhlas harapannya mendapat bantuan hibah renovasi rumah yang pernah dijanjikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, November 2018.

Justru bertolak dari tidak terujudnya janji bantuan hibah renovasi itu, sang suami tercinta, Soetrisno yang akrab disapa mbah Tris (80), berencana membuat surat wasiat untuk sang istri tercinta, sebagai langkah berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu dirinya mendahului dipanggil Sang Khalik.

”La enggih niku nak, gandheng mpun mboten mikir janji bantuan saking pak Gubernur (Gubernur Jateng), nanging lak kedah mikir sakteruse piye? Kula terus sadar, ngrumangsani umur kula empun 80 tahun. Sak wayah-wayah mesti dipundhut Siang Gawe Urip.

Baca : Ki Manteb : ”Aku Saguh Dadi Cagake Mas Anom…….”

wasiat-suami-maestro-wayang-beber2
SEMAKIN RINGKIH : Mbah Tris yang semakin tampak ringkih karena usianya menginjak 80 tahun, hingga kini tetap setia menemani sang istri, mbah Ning, terus berproduksi melukis wayang beber. Menyadari kondisi dirinya makin renta, mbah Tris berencana membuat surat wasiat agar sang istri tetap diberi tempat untuk terus berkarya jika sewaktu-waktu dirinya dipanggil Yang Maha Kuasa. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Kula mesakne mbah Ning, yen kula sing ndhisiki dipundhut. Pramila, kula gadhah rencana ajeng damel surat wasiat kangge mbah putri,” tutur mbah Tris dalam bahasa Jawa campuran krama inggil dan ngoko, saat dikunjungi suaramerdekasolo.com tadi siang.

Mbah Tris, memang berperawakan tinggi dan kurus, apalagi karena usianya semakin uzur. Namun, ketika dikunjungi penulis tampak raut wajahnya sedang berpikir agak serius. Itu terbukti dari ungkapan-ungkapannya yang begitu terfokus pada bagaimana nasib sang istri tercinta, seandainya sewaktu-waktu dirinya mendahului dipanggil Sang Khalik, entah kapan waktunya tetapi diyakini pasti akan tiba.

Selain usianya yang sudah 80-an tahun, mbah Tris juga mengaku sadar bahwa dirinya sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga sudah tidak bisa berbuat banyak untuk melindungi sang istri ketika kelak benar-benar dirinya mendahului dipanggil Tuhan YME. Hal yang sangat dikhawatirkan karena posisi mbah Ning berada di situ karena hanya ikut sang suami, sebagai istri sambungan yang tidak memiliki keturunan.

Baca : Ratusan Seniman Ramaikan Grebeg Lawu “Etnis Manis”