Pasar Plembon Dilengkapi Pasar Kuda, Hari Pertama Dibuka Dihadiri 57 Peserta

pasar-kuda-pasar-plumbon
PASAR KUDA: Pasar kuda di Pasar Plembon, Kecamatan Klaten Utara mulai difungsikan. (suaramerdekasolo.com/ Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pasar hewan Plembon, Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara yang selama ini hanya dikenal sebagai pasar burung dan kambing, kini dilengkapi pasar kuda. Bahkan jual – beli kuda mulai dilakukan di hari pertama pembukaan,

“Transaksi jual beli sudah ada sekitar tujuh di hari pertama. Pesertanya sebanyak 57 orang,” ungkap Ketua Paguyuban Jual Beli Kuda Kabupaten Klaten, Warsito, Senin (25/11).

Warsito mengatakan selama ini yang banyak ditemui adalah pasar sapi, kambing atau ayam. Namun di Kabupaten Klaten mulai Minggu (24/11) dibuka pasar hewan khusus kuda.

Pasar khusus hewan yang sering untuk tunggangan itu berlokasi di Pasar Plembon, Kecamatan Klaten Utara. Persisnya di tepi Jalan Yogya-Solo. Pasar kuda itu akan menjadi yang kedua di Indonesia selain di Sulawesi.

Pada hari pertama antusiasi cukup lumayan. Pemilik kuda dari berbagai daerah di Jawa sudah berdatangan mulai dari Kabupaten Kediri, Kota Surabaya, Banyuwangi, Purwakarta, Banyumas, Yogyakarta, Solo dan lainnya. Ke depan dipastikan akan semakin ramai.

Baik untuk kuda bendi, tunggangan sampai kuda lomba untuk pacu. Pasar kuda itu akan rutin digelar saat hari Pasaran Pon saja. Letak pasar yang di tepi jalan nasional memudahkan masyarakat dari berbagai daerah datang.

Akbar, salah seorang warga mengatakan saat dirinya melintas depan pasar Plembon pukul 08.00 WIB , beberapa orang membawa mobil pikap berisi kuda datang ke lokasi. Mereka menurunkan kuda di pasar tanpa bendinya. Warga tidak mengira ada pasar khusus kuda.

Biasa Sepi

Di pasar itu, kata Akbar, biasanya digunakan untuk pasar burung dan kambing di hari pasaran Kliwon. Selain hari pasaran Kliwon, pasar itu sepi tidak difungsikan.

Dulu ada pedagang pakan burung tetapi sekarang sepi tinggal beberapa. Dijelaskan

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pemkab Klaten, Bambang Sigit Sinugroho mengatakan pasar kuda itu resmi. Pemkab sudah mengizinkan.

Hari Minggu (24/11) merupakan hari pertama digunakan. Pasar khusus kuda itu dibuka sebab ada aspirasi dari para penghobi, pemilik dokar dan penggemar kuda di Klaten. Mereka kesulitan berjual-beli sebab tidak ada pasar.

Pemkab mencoba memfasilitasi dengan memberikan ruang di Pasar Plembon. Namun hanya digunakan pada hari dengan pasaran Pon. Dengan demikian tidak akan jadi satu dengan kambing dan burung.

Pasar itu diharapkan tidak hanya mewadahi penghobi kuda tetapi ke depan bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) jika ramai. Pasar itu, lanjut Bambang, tidak hanya mewadahi pedagang di Klaten.

Namun bisa se Solo Raya, Yogyakarta dan Jateng. Potensi penghobi kuda diyakini besar jumlahnya. Namun karena tidak ada lokasi bertemu, seolah tidak banyak peminatnya. Apabila nanti ramai, tidak menutup kemungkinan fasilitas ditambah.(Achmad H)

Editor : Budi Sarmun