Sambut Smile of Java Carnival , Karnaval Mobil Hias Bakal Semarakkan Boyolali

mobil-hias-boyolali
ARAP HIASAN: Pekerja sedang menggarap mobil hias berbasis sebuah truk yang akan meramaikan gelaran karnaval mobil hias Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Karnaval mobil hias bakal meramaikan kawasan Kota Boyolali, Sabtu (30/11).  Karnaval bertajuk Boyolali Smile of Java Carnival ini memperebutkan hadiah uang total senilai Rp 180 juta.

“Ini kegiatan atau pengelenggaraan yang kedua setelah tahun 2014 lalu. Kegiatan ini sebagai bagian mengenalkan Boyolali,” ujar Sekretaris Diskominfo Boyolali, Rita Puspitasari dalam pertemuan dengan wartawan, Rabu (27/11).

Panitia kegiatan, Dika menambahkan, hingga kini sudah tercatat sebanyak 43 peserta. Selain dari lokal Boyolali, peserta juga berasal dari Semarang, Demak, Kudus dan paling jauh berasal dari Kabupaten Lumajang, Jatim.

Baca : Peringati Hari Wayang, 15 Dalang Cilik Tampil di Alun-alun

“Ada yang berasal dari lembaga swasta maupun pemerintah, pribadi dan sekolah.”

Dijelaskan, karnaval mobil hias kali ini mengambil tema Flora Kriya. Dimana yang utama adalah hiasan bunga dan turunannya seperti buah dan tanaman. Hanya saja, panitia tidak membatasi pemakaian bunga asli maupun bunga tiruannya.

“Untuk kendaraan, kami batasi tinggi dan lebar maksimal 4 meter.”

Start di Jalan Ir Sukarno, Komplek Setda Boyolali kemudian menyusuri Jalan Pandanaran hingga finis di depan Galaxy atau timur Pasar Sunggingan. Peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan atraksi di depan panggung kehormatan dan tempat finish.

Baca : LDA Berharap Penyelesaian, Karena Kabinet Baru Sudah Terbentuk

“Panggung kehormatan disediakan depan Monumen Susu Murni. Untuk atraksi dibatasi maksimal selama 5 menit.”

Adapun penilaian terdiri dua aspek. Yaitu, mobil hias sendiri dan kostum. Setiap peserta bisa mengikuti aspek mobil hias maupun keduanya. Untuk kostum maksimal terdiri 25 orang. Namun, dari informasi peserta, rata- rata terdiri 5 – 15 orang saja.

”Juri selain dari Diskominfo, juga berasal dari ISI Surakarta.”

Selama pelaksanaan karnaval, jalur yang dilalui peserta sementara ditutup untuk kendaraan umum. Panitia juga menyediakan pengawal untuk masing- masing peserta. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar penonton tidak mengganggu atau mengambil hiasan mobil peserta. (Joko Murdowo)

Baca : Wayang 30 Jam 25 Dalang Peringati Hari Wayang Nasional Di Karangnyar

Editor : Budi Sarmun