40 Dalang akan Meriahkan Hari Wayang di Wonogiri

festival-dalang-cilik-nasional
MEMAINKAN WAYANG : Dalang cilik asal Wonogiri, Rafi Hastu Muqsith memainkan wayang kulit saat Festival Dalang Cilik Nasional di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com– Sekitar 40 orang dalang akan memeriahkan peringatan Hari Wayang Dunia dan Hari Wayang Nasional di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, 27-29 November mendatang. Mereka terdiri atas dalang bocah, dalang remaja, dan dalang senior.

Ki Sigit Mursito Endrat, seorang dalang asal Wonogiri mengungkapkan, pertunjukan itu rencananya diawali dengan penampilan dalang bocah, yakni Rafi Hastu Muqsith (13) dan Nareswara Praba (8), tanggal 27 November.

Selanjutnya, para dalang senior akan unjuk kebolehan, mereka antara lain KGP Benowo, Ki Widodo Wilis Prabowo, Ki Eko Sunarsono, Ki Anjat Sutrisno, Ki Sigit Mursito, Ki Tarwadi, Ki Triyanto, Ki Bagong Yunioko, Nyi Wulan Anjangmas, Ki Jedhor Sularno, Ki Puthut Wiyanto, Ki Warsino, Ki Tito, Ki Deres Sugiyono, Ki Giriyanto, dan Ki Sudomo.

Adapun hari berikutnya akan dimeriahkan para dalang remaja. Yakni Dian Nugroho, Alifian Nur Rohmad Arif, Pandam Aji Anggoro Putro, Qohar Dwi Hatmono, Dhoni Kurniawan Nugroho, Abyan Nuhari Putra Sadewa, Bimo Cahyo Kuncoro, Henokh Mbabar Wangsit, Guswy Sang Haryo, Fakih Fitriyanto, Wahid Ahsan Hidayat, Yaho Bilawa, Aldy Pratama, Kharisma Wijang Pramesti, dan Pradipta Manteb Wisanggeni.

Terpisah, KPAA Suro Agul-agul Begug Poernomo Sidi mengatakan, pertunjukan wayang kulit tiga malam berturut-turut itu sebagai sarana memperingati Hari Wayang Dunia dan Hari Wayang Nasional.

“Wayang kulit purwo sudah menjadi aset dunia. Untuk itu, kami para dalang Wonogiri dan para pendukungnya akan bersama memperingati Hari Wayang Dunia di Alun-alun Giri Krida Bakti,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun