BPCB Kebut Selesaikan Dua Candi Perwara Di Kompleks Candi Sewu

pemugaran-candi-perewara
CANDI LAMA: Tim pemugaran BPCB Jateng mengerjakan pemugaran Candi Perawara di kompleks Candi Sewu, Kecamatan Prambanan. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng mengejar penyelesaian pemugaran dua anak candi atau candi perwara di kompleks Candi Sewu, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Dua candi itu akan selesai tahun 2019.

Kepala Unit Candi Sewu BPCB Jateng, Deny Wahyu Hidayat mengatakan pemugaran dua candi itu dilakukan dengan tanpa menggunakan alat berat tetapi dengan cara manual. Pemugaran kali ini bisa dikatakan berbeda dengan biasanya sebab tahun ini diselesaikan dua candi. Biasanya dalam satu tahun hanya dipugar satu candi perwara saja.

” Anggaran pemugaran satu candi perwara sekitar Rp 700 juta. Saat ini sudah hampir selesai,” jelasnya, Sabtu (23/11).

Dipugarnya dua candi perwara itu akan melengkapi candi perwara yang sudah dipugar sebelumnya sebanyak 14 buah. Total sampai tahun 2019 nantinya sudah ada 16 perwara yang berdiri kembali dari jumlah keseluruhan yang mencapai 240 buah.

Keberhasilan kali ini berkat kerjasama semua tim sebab dalam memugar candi sangat tergantung kesiapan sejak awal. Baik saat perencanaan, pencarian batu sampai kendala cuaca.

Pelaksana lapangan bidang teknis penggambaran dan pemetaan Unit Candi Sewu BPCB Jateng, Suyadi mengatakan pemugaran sudah 90 persen dan selanjutnya kayu untuk pemugaran sudah bisa dilepas.

Dua perwara yang dipugar tahun ini ada di deret satu nomor 19 di sisi utara dan deret satu nomor 26 di sisi timur.

Tidak Mudah

Sejak dilakukan pemugaran mulai tahun 1982, lanjut Suyadi, saat ini di kompleks Candi Sewu sudah berhasil dipugar satu buah candi induk di tengah, empat candi apit dan 16 candi perwara. Sisanya akan dilanjutkan tahun 2020 yang rencananya akan memugar dua lagi perwara dan satu candi perwara di Candi Lumbung.

Penyelesaian dua candi perwara dalam satu tahun itu bukan pekerjaan mudah. ” Tim ditawari kesanggupan menyelesaikan dua unit. Sebab tim pencari batu menyatakan siap, akhirnya disanggupi,” katanya.

Untuk memugar dua perawara itu dikerahkan 30 tenaga dan 20 juru pugar. Akhir bulan Desember sebenernya ditarget selesai tetapi kemungkinan awal bulan Desember sudah selesai seluruhnya.

Dalam memugar tim tidak menggunakan batu asli 100 persen. Sekitar 30 persen batu baru sebab untuk mencari batu aslinya sudah sangat sulit karena kondisinya berserakan.

Tim pencari batu Restu Hidayat mengatakan untuk mencari batu candi yang jumlahnya ribuan item dan hampir sama bentuknya tidak mudah. Satu blok batu harus dicocokan dengan blok lainya. Sebab jika bukan pasanganya tidak akan cocok digabungkan. ” Modalnya harus sabar sebab jika tidak maka akan semakin susah,” ungkapnya.

Apalagi kondisi candi perawara di Candi Sewu lebih banyak yang runtuh dan berserakan. Meskipun masih ada beberapa yang berdiri setengah atau sebagian. Kadang sebagai tim pencari, harus mengingat blok batu meskipun sudah pulang kerja. Jika lupa maka bisa susah lagi mencarinya. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun