Wayang 30 Jam 25 Dalang Peringati Hari Wayang Nasional Di Karangnyar

peringatan-wayang-nasional-2019
FOTO IKUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 25 dalang di Karanganyar akan mendalang selama 30 jam selama dua hari di halaman rumah makan Baloi Desa, Ngargoyo, Sabtu sampai Minggu besok. Ini merupakan hajatan memeriahkan Hari Wayang Nasional.

Ketua panitia Sulardiyanto kepada suaramerdeka.com mengatakan, hajatan ini memang murni inisiatifpara dalang Karanganyar yang sudah berhasil membentuk Paguyuban Dalang Karanganyar. Dalang di Lereng Lawu ternyata sangat banyak, termasuk nama beken Ki Danang Suseno Manteb Sudharsono, Ki Cahyo Kuntadi yang dosen di pedalangan ISI, termasuk DR Heru, Ki Aji Dwi Santoso, dan Sulardiyanto sendiri yang karyawan Dinas Dikbud.

‘’Tentu tidak ketinggalan Ki Manteb Sudharsono yang akan kita beri waktu khusus di Minggu malam untuk unjuk kebolehan mendalang pada gelaran tersebut. Mau tidak mau kami para dalang harus menggunakan kesempatan ini untuk menimba wayang dari beliau,’’ kata Sulardiyanto.

Dia menambahkan, nama-nama dalang beken itu semua akan memeriahkan pentas bersama para dalang tersebut. Masing-masing dalang akan diberi waktu pentas satu jam dengan lakon yang bebas sesuai keahlian mereka. Penutup pentas Ki Manteb.

Lestarikan Wayang

Acaranya memang seperti lomba mendalang. Masing-masing unjuk kebolehan satu jam, kemudian jeda 10-15 menit untuk persiapan dalang berikutnya. Hanya bedanya di sini tidak ada penilaian karena memang tidak dilombakan.

Hanya saja tetap kepiawaian mereka nanti akan ketahuan dari pentas tersebut. Mulai keahlian sabet, merangkai lakon, greget, keprakan, dhodhogan, pokoknya semuanya. Kita mencontoh Ki Manteb pentas di Unesco hanya tiga menit lima detik saja bisa.

Tema yang diusung oleh para dalang ini adalah ‘ayo ndalang, ayo nonton wayang’. Sembari menunjukkan pada masyarakat bahwa wayang itu masih eksis dan memiliki penggemar. Contohnya Ki Seno Nugroho yang memanfaatkan teknologi untuk menunjukkan wayang masih mendapat tempat di masyarakat.

Pentas di hari itu betul-betul ide dan gagasan para dalang dan ternyata banyak yang mendukung. Terbukti para dalang antusias untuk berpartisipasi. Namun sementara kita batasi 30 jam pentas untuk 25 dalang.

Rencananya acara ini akan dibuat rutin setiap tahun, dan nantinya berkembang bisa 50 jam pentas untuk 50 dalang sehingga lebih banyak yang terlibat lebih baik. Untuk sekarang 30 jam untuk 25 dalang dulu karena ini awal perhelatan.

Kalau dalang se Surakarta ada pentas Padasuka (Paguyuban Dalang se Surakarta) tiap Ramadhan, ini dibuat khusus dalang Karanganyar, memperingati Hari Wayang Nasional. Namun tujuannya sama ingin melestarikan wayang.

Sengaja karena persiapan yang mepet maka Pemkab Karanganyar belum dilibatkan, namun nanti ke depan Pemkab akan memasukkan kegiatan ini dalam agenda Hari Jadi Karanganyar, sekaligus Hari Wayang Nasional.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun