Sumbang Mainan “Othok-othok” untuk Solidaritas Siswa SDN Gentong Pasuruan

mainan-anak
MAINAN: Siswa SD muhammadiyah 1 memasukkan mainan othok othok untuk disumbangkan pada siswa yang sekolahnya rubun di Pasuruan. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 100 siswa kelas 1 dipandu lima guru SD Muhammadiyah 1 Surakarta, menyumbangkan permainan tradisional othok-othok sebagai bentuk solidaritas bagi siswa korban ambruknya atap SD Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

 “Mainan edukatif dari bambu atau kita sebut othok-othok kami mainkan secara bersama-sama untuk menumbuhkan kreativitas,” tutur Kepala Sekolah Sri Sayekti, Kamis (14/11).

Baca : Mulai Hari Ini, ASN Klaten Pakai Selendang Lurik

Dikatakan,  mainan tradisional othok-othok dibunyikan bersama dan kumpulkan di halaman sekolah. Sebelum dimasukkan ke kardus sebagai rasa simpati, empati dan menumbuhkan kepekaan antar sesama anak bangsa untuk selalu bersatu dan bergembira bersama.Permainan tradisional yang seakan mulai dilupakan masyarakat tersebut diharapkan bisa menghibur dan menghilangkan kesedihan anak-anak yang sekolahnya rubuh tersebut. 

Berbahan dari bilah bambu diberi pengait, dimainkan dengan cara diputar berulang ulang sampai menghasilkan bunyi ‘othok-othok’.Lebih lanjut, Sayemti mengemukakan maraknya penggunaan gawai di kalangan anak-anak menjadi tantangan yang harus dihadapi di masa derasnya kemajuan teknologi, era industri 4.0. padahal anak membutuhkan kebersamaan dan kenyamanan dalam bermain.

Baca : Jaga Budaya Adiluhung, Pengurus Yayasan Forum Budaya Mataram Dibentuk

“Kita harus kembali mengembalikan kegiatan seperti bermain dan anak-anak SDN Gentong untuk bersemangat bersekolah untuk membangun peradaban yang berkemajuan di masa menadatang,”ungkapnya. 

Salah seorang siswa kelas 1 Fawwas Abdillah Putra Sahid mengatakan, bantuan mainan tradisional othok-othok tersebut diharapkan bisa menghibur anak-anak korban atap.”Semoga bantuan mainan tradisional bisa menghibur dan menghilangkan trauma bagi anak-anak korban atap di sana. Dengan mainan ini anak-anak di sana bisa kembali ceria,” kata Fawwas.(Evie Kusnindya)

Baca : Ajak Mahasiswa Internasional Selami Kearifan Lokal

Editor : Budi Sarmun