Ajak Mahasiswa Internasional Selami Kearifan Lokal

mahasiswa-internasional-pakai-pakaian-adat
BAJU ADAT: Mahasiswa internasional di UNS mengenakan pakaian tradisional Jawa untik menyambut peserta International Student Summit (ISS) 2019 yang digelar di UNS. (suaramerdekasolo.com/Evi Kusnindya)

SOLO suaramerdekasolo.com – Para mahasiswa internasional di Universitas Sebelas Maret (UNS)  Surakarta yang berasal dari berbagai negara terlihat tampil berbeda.  Mahasiswa yang berasal dari Sierra Leone, Filipina, India, Vietnam, Singapura, Jepang, Mesir, Thailand, Madagascar, dan Rwanda terlihat luwes mengenakan busana Jawa.

Pakaian tersebut mereka kenakan guna menyambut kedatangan peserta International Student Summit (ISS) 2019. Perhelatan ISS 2019 kali ini diikuti ole 129 delegasi dari 37 negara, perwakilan 32 perguruan tinggi di Indonesia. International Student Summit merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Penyelenggaraan ISS 2019 kali ini berada di Solo beberapa waktu lalu dan n UNS ditunjuk menjadi tuan rumah.

Baca : Mulai Hari Ini, ASN Klaten Pakai Selendang Lurik

Wakil Rektor I UNS Prof Ahmad Yunus mengemukakan,  mengangkat tema “Act for a Better Future”, International Student Summit 2019 ingin mengajak Mahasiswa Internasional yang sedang menempuh studi di Indonesia untuk berperan aktif dalam isu–isu penting dalam Sustainable Development Goal (SDG) melalui beragam kegiatan. Di antaranya yakni dengan Seminar Sociopreneur, Lomba Vlog dengan tema “Your small act for a better future”, Lomba mendongeng berbahasa Indonesia, Lomba Karaoke lagu Populer berbahasa Daerah, Lomba Cerdas Cermat bertema Keindonesiaan, Workshop Membatik, Workshop Packaging dengan Daun Pisang, dan lain sebagainya. 

Kepala Subdirektorat Kerja Sama Perguruan Tinggi, Direktorat Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti  Purwanto Subroto mengemukakan, mahasiswa internasional peserta ISS 2019 diajak mengenali budaya daerah kota masing-masing tempat mereka menempuh studi, melalui lomba karaoke lagu pop daerah.

Baca : Jaga Budaya Adiluhung, Pengurus Yayasan Forum Budaya Mataram Dibentuk

“Juga diajak menyelami Indonesia melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang Indonesia saat ini yang dilontarkan dalam lomba cerdas cermat,” katanya.

Dikemukakan,  dengan memanfaatkan kebudayaan dan kearifan lokal Indonesia terutama Solo, para mahasiswa Internasional yang sedang menempuh studi di Indonesia diharapkan mampu memahami eksistensi serta peran besar kebudayaan daerah di Indonesia sebagai penyokong terwujudnya pembangunan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia.

Proses edukasi tersebut meluruh pada sesi Seminar Sociopreneur tentang energi terbarukan, workshop membatik dan packaging menggunakan daun pisang yang diselenggarakan pada perhelatan International Student Summit 2019 ini.Bertempat di Ruang Indraprasta UNS Inn, ISS 2019 ini diharapkan mahasiswa internasional akan menjadi duta pendidikan tinggi Indonesia di dunia internasional.

Baca : Dinas Kebudayaan Surakarta Genjot Pembinaan Karakter Seni Budaya Usia Dini

Dalam sambutannya, Purwanto mengungkapkan International Student Summit adalah usaha Kemenristekdikti untuk mendorong ikatan akademik dan budaya yang lebih dalam antar mahasiswa internasional yang tengah menempuh studi di Indonesia dengan masyarakat lokal.

 Adapun Prof Ahmad Yunus mengemukakan jika UNS sebagai universitas Benteng Pancasila, ingin terus berperan aktif dalam usaha-usaha cross cultural understanding agar tercipta suasana kehidupan yang damai di segala bidang. Di lingkungan kampus UNS terdapat tempat ibadah dari berbagai agama. Yang terakhir diresmikan adalah Klenteng UNS.

“Ini cerminan dari keragaman dan kehidupan bertoleransi Indonesia, yang terdiri dari ribuan pulau, adat istiadat, dan budaya”, tambah Prof Yunus.(Evie Kusnindya)

Baca : Tampilnya Calon Putra Mahkota Sebagai Adipati Lampah

Editor : Budi Sarmun