Tanam Pohon Lewat Ritual Umbul Donga

tanam-pohon-lereng-merapi

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kondisi air bersih yang terus menyusut di kawasan timur lereng Merapi menjadi keprihatinan masyarakat. Untuk itulah, mereka tergerak untuk menanam pohon di kawasan sumber air.

Acara dikemas dalam tema Umbul Donga di Sumber Air Butuhan, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo digelar Minggu (3/11) oleh Yayasan Anagata Merapi bersama masyarakat setempat dan relawan. Sebelum ditanam, berbagai bibit tanaman dikirab keliling pedukuhan. Selanjutnya digelar doa bersama sebagai bentuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tak hanya keselamatan bagi masyarakat, namun juga keselamatan bagi alam dan bibit yang akan ditanam sehingga bisa tumbuh subur.

Ketua panitia, Sarsito menjelaskan, acara Umbul Donga sebagai bentuk keraifan lokal. Dimana masyarakat diajak untuk bersama- sama menjaga lingkungan dengan memperbanyak menanam bibit tumbuhan.

“Bibit yang ditanam adalah jenis tumbuhan pengikat air seperti beringin, preh, bulu dan gayam,” katanya disela acara.

Diungkapkan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat menanam pohon pengikat air dan menjaga kelestarian lingkungan. Pasalnya, saat ini sumber air terus menyusut.

“Kalau sumber iar terus menyusut, bisa dibayangkan kondisi 10 – 20 tahun ke depan.”

Untuk itulah, senagaj ditanam aneka jenis tanaman pengikat air agar pasokan air tetap terjaga. Adapun tanaman yang ditanam senagaja dipilih jenis tanaman yang bukan termasuk tanaman komoditas.

“Dimana tanaman beringin, preh, gayam dan bulu tak bisa digunakan sebagai bahan bangunan. Sehingga diharapkan, tanaman tidak ditebang masyarakat.”

Hal itu juga berkaca pada kegiatan serupa yang digelar tahun 2008 lalu. Saat itu ditanam aneka bibit tanaman komoditas seperti sengon. Ternyata tanaman ditebang setelah besar untuk bahan bangunan.

Disinggung tentang pemeliharaan tanaman, pihaknya menambahkan, bahwa ada 12 tim dari yayasan dan relawan memantau pertumbuhan tanaman setiap bulan. Tim juga menyusur ke arah hulu atau atas untuk menentukan lokasi atau sumber air lainnya yang dirasa tepat sebagai lokasi penanaman bibit pohon.

“Kami targetkan 1.000 bibit pohon bisa ditanam.”

Diharapkan, bibit pohon tumbuh subur dan air pun melimpah. Sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat yang disalurkan melalui pipa paralon. Jika air berlebih, maka sisanya mengalir di sungai yang ada. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun