Seniman Ngisor Kajang Terinspirasi Bencana Kekeringan

snk-sartono-jengrix
FOTO DIRI : Koordinator SNK Sartono "Jegrix MC" (suaramerdekasolo.com/dokumen)

BENCANA kekeringan tahun ini terjadi merata, tak hanya didaerah tandus, bahkan perkotaan mengalami kondisi yang sama yakni kebutuhan air yang terbatas.

Di wilayah-wilayah utara Bengawan Solo, seperti Sragen, Boyolali, hingga Grobogan, saat ini bisa dibilang mengalami kekeringan terparah karena distribusi air bersih masing mengandalkan bantuan baik dari pemerintah, swasta, perorangan, lembaga-lembaga, komunitas hingga kelompok seniman terus mengalir.

Salah satu seniman yang peduli dengan kondisi krisis yang dialami sesama adalah komunitas Seniman Ngisor Kajang atau disingkat SNK. Fakta krisis air bersih yang dialami penduduk di daerah terpencil pernah dialami oleh sejumlah penyanyi yang tergabung dalam SNK.

Baca : Busana Berbagai Daerah Tampil di Festival Pengantin

Koordinator SNK Sartono “Jegrix MC” pernah merasakan kepedihan sesama yang menghadapi cobaan kekeringan ini.
Kepada suaramerdekasolo.com Jegrix mengkisahkan, waktu itu kru SNK mendapatkan order menyanyi dari warga di Purwodadi Grobogan Jateng.

Di sela-sela manggung, ada penyanyi yang ingin buang air kecil.
Berhubung, saat itu puncak-puncaknya kemarau. Air bersih susah didapat termasuk untuk kebutuhan MCK.

“Ya mau apalagi, penyanyi yang ingin pipis harus mencari cara untuk mendapatkan air bersih,” kisahnya.

Ternyata, pengalaman Jegrix dan penyanyi ini juga dirasakan sesama seniman yang ”peye” (dapat orderan) di daerah pelosok. Kondisinya hampir mirip sama.

Baca : Gelar Kidung Macapatan Buat Jokowi Jelang Pelantikan

Geraklan Donasi

Terinspirasi dari kekusahaan yang dialami sesamanya inilah, maka SNK mulai bertindak. Saat ada orderan atau ajakan untuk menghibur masyarakat, selalu disisipkan ruang buat donasi untuk membantu sesama.

“Seperti saat manggung di Terminal Tirtonadi atau TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug), dan pemerintah daerah di Klaten. Kami selalu mengimbau masyarakat mendonasikan uangnya untuk kegiatan sosial,” terang pria kelahiran 11 Februari 1972 yang saat ini tinggal di Sangkrah 04/10 Pasarkliwon, Solo ini.

Baca : Praktik Perdagangan “Gelap” Jadi Subur Karena Jauh dari Jangkauan Hukum

Dari hasil donasi inilah terkumpul uang, lalu uangnya dibelikan air bersih untuk disumbangkan kepada sesama. “Kami sering mengirimkan bantuan air bersih ke Sragen atau daerah-daerah yang mengalami kekeringan. “

Sosok yang aktif di Grup Condromowo dan SNK ini berharap, masyarakat tergerak hatinya. Lalu menyisihkan rejekinya untuk membantu sesama, khususnya mereka yang sedang mendapatkan cobaan kekeringan panjang. (Budi Santoso)

Baca : Jaga Budaya Adiluhung, Pengurus Yayasan Forum Budaya Mataram Dibentuk

Editor : Sri Hartanto