Indonesia Menari 2019, Puluhan Penari Menari di CFD

indonesia-menari-solo-cfd
INDONESIA MENARI : Puluhan peserta Indonesia Menari 2019 ikut menari di kawasan Solo Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (20/10). (suaramerdeksolo.xom/Yoma Times)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Menjelang gelaran Indonesia Menari 2019 yang akan digelar pada Minggu (17/11) mendatang, www.indonesiakaya.com mengajak puluhan penari menampilkan pertunjukan menari di kawasan Solo Car Free Day (CFD), Minggu (20/10).

Para penari menampilkan tarian tradisional dan modern dari enam lagu daerah yang nantinya akan dimainkan dalam gelaran Indonesia Menari. Enam lagu daerah tersebut diantaranya Angin Mamiri, Ondel-Ondel, Sik Sik Si Batu Manikam, Dek Sangke, Gundul-Gundul Pacul dan Manuk Dadali. Enam lagu daerah ini sudah di aransemen ulang produser musik muda Jevin Julian sehingga tampil lebih menarik dan energik. Sedangkan untuk koreografernya yakni Ufa Sofura. 

Direktur Program dari www.indonesiakaya.com, Renitasari Adrian menyampaikan, gelaran pagi ini mendapatkan antusiasme cukup tinggi dari masyarakat.

Terlihat dari banyaknya peserta yang hadir mengikuti menari bersama tarian yang akan diadakan pada Indonesia Menari 2019. 

“Menuju Indonesia Menari 2019 kami mengadakan menari di CFD, dan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Banyak ikut serta dalam kegiatan ini, mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua.

Mereka tampil begitu energik dengan memadukan tarian tradisional dengan tarian modern,” terang Renitasari ditemui disela kegiatan, Minggu (20/10).

 Renitasari menambahkan, untuk gelaran Indonesia Menari yang ketujuh ini akan diadakan di tujuh kota. Diantaranya di Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Medan, Makassar dan Palembang. Penambahan tempat penyelenggaraan ini lantaran permintaan dari masyarakat. 

“Dulu pernah ada yang mengatakan, kalau seperti ini bukan Indonesia Menari, tapi Jawa Menari. Makanya kami menambah tiga kota lain, seperti Medan, Palembang dan Makassar. Dan untuk pemilihan lagu juga mengikuti dari lagu daerah dari setiap daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan,” katanya.

 Ditanya mengenai jumlah peserta yang ikut dalam ajang Indonesia Menari, Renitasari mengungkapkan, jumlahnya sudah membludak.

Bahkan banyak peserta yang tidak bisa mendaftar lantaran kuotanya sudah penuh. 

“Bagi peserta yang tidak bisa ikut menari di tempat-tempat yang sudah disediakan, mereka bisa menari di daerahnya masing-masing kemudian di video dan dikirimkan ke kami. Kami berencana akan menambah jumlah kota lagi, kalau nanti Indonesia Menari ke sepuluh kemungkinan akan diadakan di 10 kota,” harapnya. (Ari Purnomo Apl)

Editor : Budi Sarmun