Jaga Budaya Adiluhung, Pengurus Yayasan Forum Budaya Mataram Dibentuk

yayasan-budaya-solo
FOTO ILUSTRASI

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sebuah lembaga yang bertanggung jawab untuk nguri-nguri budaya mataram secara resmi dibentuk. Ada puluhan dari berbagai elemen masyarakat, akademisi, budayawan, seniman dan lainnya ditetapkan sebagai pengurus Yayasan Forum Budaya Mataram (YFBM) di Balai Kota Surakarta, Minggu (13/10) siang.

Forum yang terdiri dari para budayawan, praktisi hingga pemerhati seni tersebut dibentuk bertujuan untuk melestarikan budaya adiluhung dan kearifan lokal di Kota Bengawan.

“Pengurus YFBM dibentuk, tujuannya untuk melestarikan budaya warisan leluhur yang adi luhung,” jelas BRM Kusuma Putra SH, MH yang secara aklamasi dipercaya menjadi Ketua YFBM usai pelantikan di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta.

Dikatakan, banyak warisan leluhur yang diwariskan kepada generasi saat ini. Namun, masih sedikit dari mereka yang peduli untuk merawat dan melestarikannya. Dengan dibentuknya wadah tersebut pihaknya berharap mampu menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Kota Solo.

“Banyak sekali budaya yang kita miliki saat ini. Jika bukan kita, maka siapa yang akan melestarikannya,” kata Kusumo.

Menurutnya, budaya merupakan etalase dan jendela Bangsa Indonesia. Ketika budaya mampu dilestarikan, tentu berbanding lurus dengan dengan kejayaan bangsa dan negara. “Kelestarian budaya, akan menentukan arah hidup masyarakat bangsa khususnya di Kota Solo. Maka dari itu, dengan upaya pelestarian budaya ini diharapkan mampu menjadi pandangan hidup untuk arah kedepan Bangsa Indonesia,” katanya.

Terkait apakah ada hubungan dengan pihak Keraton Surakarta, Kusuma Putra menjelaskan bahwa YFBM dibentuk tidak ada hubungannya dengan keraton. Meski begitu, Yayasan Forum Budaya Mataram tentunya akan bekerja sama dengan pihak Keraton untuk melestarikan budaya adiluhung”Kami siap bekerjasama dengan pihak manapun selaku pelestari budaya. Sehingga, budaya yang kita miliki tidak punah digerus zaman,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim. Dia mengatakan, Solo dikenal sebagai Kota Budaya. Bahkan, telah diakui baik secara nasional maupun dunia. Dengan begitu, dibutuhkan kepedulian bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Kota Solo.

”Pengembangan Solo kedepan tidak meninggalkan jati diri sebagai Kota Budaya. Maka, perlu peran serta masyarakat dalam pelestarian budaya di Kota Solo. Baik budi pekerti, kesenian dan nilai-nilai kebudayaan lainnya,” kata Kinkin dalam sambutannya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun