Warga Binaan Rutan Wonogiri Membuat Lukisan Pontilis

lukisan-rutan-wonogiri
LUKISAN POINTILIS : Warga binaan Rutan Kelas IIB Wonogiri, Kristian Joko Purwanto didampingi pejabat Rutan Haryanta (kiri) dan Agus Susanto (kanan) memamerkan lukisan pointilis karya warga binaan, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Kristian Joko Purwanto (48) warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wonogiri mampu membuat lukisan pointilis. Teknik melukis dengan tingkat kesulitan tinggi itu berhasil dia kuasai selama berlatih di Rutan.

Pria yang berasal dari Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo itu tidak menyangka dia bisa membuat lukisan pointilis. Pasalnya, pria yang telah menjadi warga binaan selama empat tahun lebih itu sebelumnya belum pernah belajar melukis.

Lukisan itu tersusun dari ribuan titik, sehingga membentuk rupa atau karakter-karakter tertentu. “Saya sendiri kaget, karena sebelumnya tidak pernah melukis,” katanya didampingi pejabat Rutan Wonogiri Haryanta dan Agus Susanto, baru-baru ini.

Baca : Gelar Kidung Macapatan Buat Jokowi Jelang Pelantikan

Dia menuturkan, ide membuat lukisan pointilis itu muncul setelah membaca koran yang memuat berita tentang melukis dengan teknik pointilis. Kristian kemudian belajar melukis wajah dengan menerapkan teknik tersebut. “Sampai sekarang sudah banyak lukisan yang saya buat,” ujarnya.

Beberapa lukisan yang dia buat, antara lain lukisan wajah Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo, lukisan wajah Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa, dan lukisan wajah Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Sri Puguh Budi Utami.

Baca : Jabatan Ketum MAKN Dibiarkan Kosong, Pura Pakualaman Jogja Utus KPH Indro Kusumo

Sebagian lukisan tersebut dibeli oleh pengunjung maupun para pejabat yang berkunjung ke Rutan tersebut. Harga lukisan berukuran sedang berkisar Rp 150.000 per lembar. “Itu lukisannya saja. Belum termasuk piguranya. Kami juga membuat pigura dengan mendaur ulang limbah kertas koran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Wonogiri, Urip Dharma Yoga didampingi pejabat Rutan Wonogiri Haryanta dan Agus Susanto mengungkapkan, sebulan sekali pihaknya menggelar pameran di ajang car free day (CFD) Kabupaten Wonogiri. “Kami menampilkan berbagai karya warga binaan Rutan Wonogiri,” kata Urip. (Khalid Yogi)

Baca : Benda Bernilai Tinggi Yang Masuk Pasar Gelap, Rata-rata Hasil Tindak Kejahatan

Editor : Budi Sarmun