Busana Berbagai Daerah Tampil di Festival Pengantin

festival-pengantin-karanganyar
FESTIVAL PENGANTIN- Peragaan busana oleh para model dalam festival pengantin nusantara 2019 di De Tjolomadue, Minggu (6/10).(suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Menyambut hari ulang tahun Karanganyar ke-102, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar menggelar festival pengantin nusantara, di De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (5/10) malam.

Berlokasi ditempat yang artistik dan sarat akan sejarah tersebut, ratusan penonton dimanjakan dengan peragaan busana oleh para model. Dengan eloknya mereka berlenggak-lenggok memamerkan baju pengantin dari berbagai daerah, seperti Solo, Jogja, Sunda, Bali, hingga Lampung. Tak ketinggalan dipamerkan pula busana-busana modern dan modifikasi.

”Ini adalah yang pertama dan terakhir, karena rencana kami tahun 2020 adalah mengadakan
festival pengantin internasional. Harapannya agar Karanganyar memiliki event-event
bergengsi,” tegas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Titis Sri Jawato.

Ditambahkan Jawato, selain sebagai pengenalan mengenai keanekaragaman rias pengantin nusantara, momentum festival pengantin diharapkan menjadi forum bagi para pelaku usaha rias pengantin.

Event yang cukup diminati banyak para pelaku bisnis di bidang rias, tata busa hingga desainer itu mendapat dukunan positif dari Bupati Karanganyar, Yuliyatmono.

”Acara ini menjadi forum untuk berbagi ilmu dan pengetahuan bagi para pelaku
usaha rias agar bisa berkembang dengan baik di wilayahnya masing-masing,” jelas Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya.

Informasi dan Pengertahuan

Orang pertama di Pemkab Karanganyar itu juga menekankan agar pelaku usaha yang terkait dengan pernikahan mau bekerjasama, sehingga peluang usaha ini terus bisa berjalan dengan baik.

”Harus saling berbagi dan membantu, supaya semuanya bisa bergerak dengan baik. Karena peluang usaha rias pengantin dan lainnya seperti sound system, foto, video shooting sangatlah bagus dan laku keras,” tambahnya.

Aisyah (20) salah satu pengunjung festival menuturkan bahwa kegiatan ini dapat memberikan informasi pengetahuan tentang pakaian dan rias pengantin serta perkembangannya. “Selain kita bisa melihat busana pengantin yang bagus-bagus, kita juga jadi tahu perbedaan dan macam dari rias pengantin di Indonesia,” urainya.

Festival pengantin digelar selama dua hari hingga tanggal 6 Oktober 2019. Dimana pada hari kedua digelar lomba rias pengantin Putri Solo Pakem yang diikuti 18 peserta
dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Tak hanya itu, seminar tata rias pengantin serta pameran berbagai vendor dan venue pernikahan juga mengisi dan meramaikan acara tersebut. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini