Warga Lepasliarkan 100 Ekor Burung, Dusun Sekaran Larang Perburuan

lepasliar-burung-banaran-delanggu
BURUNG LIAR: Warga, kepala desa dan pemuda melepasliarkan burung ke alam bebas di Dusun Sekaran, Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Minggu (6/10). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Warga Dusun Sekaran, Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Klaten punya cara unik untuk menjaga alam.

Warga menyumbangkan burung dan melepasliarkan burung bersama-sama ke alam bebas.

” Ada seratusan ekor burung berbagai jenis yang kami lepaskan,” ungkap Edi Santosa, Ketua Pemuda Dusun Sekaran, Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Minggu (6/10).

Kegiatan pelepasliaran burung itu dihadiri anak-anak sanggar, perangkat desa, pemuda, PKK dan lainnya. Sebelum dilepaskan, anak-anak sanggar dusun setempat menyuguhkan tari kontemporer yang menggambarkan perburuan burung yang marak dan dampaknya.

Acara dengan tema Kampung Lindung Burung Menyumbang Alam itu juga diisi dengan performance dance dari Magnum Arkanala.

Edi mengatakan kegiatan itu dilatarbelakangi keprihatinan warga terhadap perburuan burung, terutama dengan senapan angin dan jerat lem yang semakin marak di sekitar desanya. Burung yang ditembak, bahkan kadang tidak dimakan dan hanya ditinggal begitu saja.

Hal itu menyebabkan dusunya yang di masa lalu banyak burung, bahkan di halaman rumah menjadi hilang. Warga menginginkan burung kembali bisa hidup di alam liar tidak terganggu. Melihat kondisi itu, muncul inisiatif dari pemuda untuk mengadakan kegiatan itu.

Papan Larangan

Burung yang dilepaskan, kata Edi, didapatkan dari sumbangan warga dan paguyuban penangkar burung (PBI). Jenisnya ada perkutut, prenjak, pleci, kutilang dan lainnya.

Tidak hanya mengadakan pelepasliaran burung, warga sejak beberapa bulan lalu sudah memasang papan peringatan larangan menembak dan berburu burung.

Apabila nantinya ada warga yang nekat, warga di dusunya tidak akan segan melaporkan ke polisi. Kegiatan itu nantinya akan diusulkan di tingkat desa sehingga tidak sebatas satu dusun.

Kepala Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Maryanto mengatakan di desanya baru satu dusun yang menginisiasi pelestarian burung. Tidak menutup kemungkinan akan diperluas ke dusun lain.

” Dusun Sekaran sebagai percontohannya sebelum dusun lain,” katanya.

Upaya pelestarian burung merupakan bagian dari upaya pelestarian alam sehingga pemerintah desa menyambut baik kegiatan itu.

Sementara pembina asosiasi penangkar burung Indonesia (PBI), Sigit mengapresiasi kegiatan warga dusun itu. Di zaman dulu, burung hidup bebas dan bisa ditemui dimanapun.

Kegiatan warga dusun itu diharapkan menjadi tonggak dalam upaya pelestarian alam, pelestarian burung. Utamanya untuk menumbuhkan semangat cinta pada alam dari usia anak sampai orang tua. (Achmad H)

Editor :Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini