Pameran di Thailand, FSRD UNS Usung Seni Lukis Pengunjung

IMG-20190926-WA0009-seni-lukis-kaca
LUKISAN KACA : Pengunjung International Exhibition Visual Art Collaboration 2019 di Bangkok Thailand menyaksikan seni lukis kaca. (suaramerdekasolo.com/Evie K)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggandeng Poh-Chang Academy of Arts, Bangkok, Thailand dalam menggelar International Exhibition Visual Art Collaboration 2019. 

Dalam pameran internasional yang diikuti lima negara itu,  FSRD UNS mengusung seni tradisi Indonesia dengan medium fleksiglass atau akrilik sebagai media rupa untuk dikenalkan pada dunia. 

Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Nooryan Bahari mengemukakan, seni lukis kaca merupakan salah satu seni rupa tradisi yang perlu dikembangkan. Sebab selain mampu  mendorong munculnya industri kreatif, seni lukis kaca sering digunakan sebagai media menyampaikan pesan-pesan moral kehidupan yang berguna sebagai pedoman hidup.

 “Seperti misalnya subosito, empan nggowo papan, ojo dumeh, melik nggendong lali, dan pesan-pesan lainnya.” 

Pada era sekarang, banyak generasi muda yang sudah tidak mengenal tokoh- tokoh wayang beserta karakternya.  Sehingga masalah etika, sopan santun, budi pekerti dan pesan-pesan moral luhur lainnya kurang merasuk, bahkan  tidak dipahami.

Pada satu sisi modernitas menjadikan kehidupan bertambah mudah, namun pada sisi yang lain memunculkan budaya yang serba instan.Ketua tim riset

Dyah Yuni Kurniawati mengemukakan, penggalian potensi budaya lokal, termasuk seni lukis kaca perlu terus dilakukan agar karya seni dan budaya tersebut menjadi sesuatu yang memiliki nilai-nilai kehidupan tinggi.

Perkenalkan Budaya Lokal

Upaya penggalian dan pengembangan potensi diharapkan dapat terus hidup, terdokumentasi dengan baik, serta diapresiasi secara baik oleh masyarakat.

Apresiasi budaya lokal seperti seni lukis kaca yang dimiliki bangsa Indonesia diharapkan juga dapat diapresiasi oleh negara-negara lain di dunia. Untuk itu, budaya lokal Indonesia perlu diperkenalkan secara terencana kepada masyarakat dunia, baik melalui promosi di berbagai media, maupun melalui kunjungan atau muhibah ke berbagai negara.

Dyah menambahkan, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen. Metode itu dimaksudkan untuk menjaring data tentang eksplorasi menggunakan bahan fleksiglas sebagai medium seni lukis kaca. Untuk cat dan pewarnaan dengan menggunakan berbagai jenis cat berbasis air dan minyak.

Adapun aplikasi serta penerapannya menggunakan teknik gravur dan grinder untuk mengikis permukaan.

 Pameran internasional ini diikuti 50 peserta berasal dari lima negara yaitu Indonesia, Thailand, Turkey, China dan Vietnam.Kegiatan yang digelar 23-25 September kemarin bertempat di Galeri Poh-Chang Cademy Of Arts Rajamanggala University of Tecnology Rattanakosin, Bangkok.(Evie Kusnindya) 

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini