Ratusan Seniman Ramaikan Grebeg Lawu “Etnis Manis”

Grebeg-Lawu-Etnis-Manis
ELAR BUDAYA : Acara Grebeg Lawu "Etnis Manis" digelar selama lima hari, 24-28 September, di area Terminal Tawangmangu. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR – Ratusan seniman dari 17 kecamatan di Karanganyar, plus seniman dari beberapa wilayah, tampil di acara Grebeg Lawu “Etnis Manis” yang digelar selama lima hari, 24-28 September di area Terminal Tawangmangu.


Event tahunan yang dihelat oleh Seniman Karanganyar (Sekar) itu, diadakan dalam rangka menyongsong Hari Jadi ke-102 Kabupaten Karanganyar pada 18 November mendatang.

Seniman dari luar Karanganyar yang tampil berasal dari Magelang, Banyumas, Bojonegoro, Wonogiri, Boyolali, Solo, Sukoharjo, Papua, Banyuwangi, Gunungkidul, Sragen, Bali dan Malang.
Selama lima hari, para seniman menampilkan teater tradisi secara bergantian di panggung. Ada yang menyajikan ketoprak, drama tari, ludruk, opera, hingga pentas tari.

“Acara ini gratis. Masyarakat bisa menikmati sajian dari pukul 09.00 hingga 23.00, selama event berlangsung,” kata Ketua Umum Sekar Joko Dwi Suranto.
Dikatakannya, meski digelar setiap tahun, namun selama ini belum ada tema khusus yang diusung.

Teater Tradisi

“Tahun-tahun lalu, yang pentas masih semua genre. Ya musik, wayang kulit, tari, campur sari, sampai keroncong. Tapi untuk tahun ini, kami mengusung tema teater tradisi. Yang ditampilkan ya berkaitan dengan teater tradisional, seperti ludruk, ketoprak, wayang orang, drama, lenong, sandiwara,” jelasnya.

Dia berharap, dengan menampilkan teater tradisional, para seniman yang tergabung dalam Sekar bisa lebih berani tampil di depan publik, serta bisa lebih menghibur masyarakat.

Untuk lakon yang diusung penampil, lanjut Joko, dianjurkan untuk mengangkat cerita atau sejarah lokal dari daerah masing-masing. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini