Khol Sultan Agung Digelar 1 Oktober di Pendapa Pagelaran

Khol-Sultan-Agung1
PLUS WILUJENGAN : Pertemuan warga kerabat pengurus trah darah dalem Sinuhun Amangkurat hingga PB XIII dan Pakasa cabang-cabang, kemarin berkumpul menggelar rapat untuk mempersiapkan beberapa agenda acara, sambil mengikuti wilujengan persiapan khol Sultan Agung yang akan digelar di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, 1 Oktober. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

*Namanya Dikenal Jauh di Luar Nusantara

SETELAH mencoba dengan pemanasan melalui upacara doa peringatan wafatnya Sinuhun Paku Buwono (PB) X dan XII serta beberapa tokoh setempat seperti KGPH Kusumoyudo dan KPH Satryo Hadinagoro yang rutin digelar tiap tahun sejak lama kecuali KPH Satryo Hadinagoro yang meninggal sekitar 5 bulan lalu, Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Mataram Surakarta bersiap menggelar upacara doa serupa untuk Sang Pahlawan Nasional pendiri Dinasti Mataram, Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma.

Haul atau khol yang baru kali pertama akan diselenggarkaan LDA itu, direncanakan akan digelar di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, 1 Oktober atau tanggal 2 Sapar Tahun Be 1953 (kalender Jawa) yang tepat pada hari Selasa Wage.

”Embriyonya ya yang sudah rutin digelar untuk Sinuhun PB X, XII dan kangmas (KGPH) Kusumoyudo itu. Sekarang tinggal mengembangkan saja. Karena Sultan Agung adalah pendiri Dinasti Mataram, maka yang kami undang ya semua komponen keturunan trah penerus dinasti, mulai dari Sinuhun Amangkurat hingga PB XIII, tanpa kecuali.

Beliau kan Pahlawan Nasional. La yang bukan pahlawan saja haulnya sampai tujuh hari tujuh malam membuat macet kota, kok khol pendiri Mataram Islam tidak diperingati?,” jelas Gusti Moeng selaku Ketua LDA, saat memimpin rapat pengurus LDA dan Pakasa di ndalem Kayonan, Baluwarti, kemarin.

Untuk itu, pertemuan tersebut digelar dimaksudkan untuk mempersiapkan diri, baik dalam menyebar undangan ke semua perwakilan trah darah dalem Sinuhun Amangkurat hingga Sinuhun PB XIII, maupun kepada semua cabang Pakasa yang tersebar di berbagai daerah jauh di luar Solo Raya.

Namun disepakati, jumlahnya dibatasi sekitar 3 ribuan jamaah peserta, mengingat ruang Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa sudah tidak nyaman kalau menampung jamaah di atas 4 ribuan.

Khol-Sultan-Agung2
MAKAM LELUHUR : Suasana prosesi kirab yang melibatkan rombongan dari Keraton Surakarta dan warga Kabupaten Slawi akan berkeliling kota, sebelum mengganti selambu makam Sinuhun Amangkurat Agung sebagai leluhur Keraton Surakarta di Astana Pajimatan Tegalarum, Slawi/tegal. Ritual seperti ini yang sudah diagendakan bersama dengan LDA Keraton Surakarta, untuk digelar 25 September. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Dalam pertemuan itu juga disepakati, selain menu utama jenang sungsum yang disiapkan panitia haul atau khol Sultan Agung itu, uba rampe perlengkapan kenduri akan dibawa masing-masing perwakilan trah dan cabang Pakasa, bahkan ditambah perwakilan organisasi Putri Narpa Wandawa yang sudah memiliki beberapa cabang.

Seperti diketahui organisasi Paguyuban Kulawarga Keraton Surakarta yang disingkat Pakasa, dibentuk Sinuhun PB X tahun 1931 sebagai embriyo sikap demokratisasi di kalangan keraton, begitu juga dengan lahirnya organisasi Putri Narpa Wandawa yang semula hanya untuk mewadahi kerabat wanita.

Kesadaran Kolektif Meluas

Suaramerdekasolo.com yang mengikuti pertemuan itu mendapat penjelasan, haul kali pertama diadakan kalangan warga Dinasti Mataram setelah ratusan tahun Sang Pahlawan Nasional (1593-1645) wafat, padahal nama besar Raja Mataram Islam ini tak hanya dikenal di Nusantara, melainkan sampai jauh di luar negeri (waktu itu).

Semula akan digelar di kagungandalem Masjid Agung Keraton Surakarta, namun belakangan diputuskan untuk menggunakan Pendapa Pagelaran yang lebih dekat dengan kawasan kedhaton, karena lebih nyaman ruang privasinya.

”Ini agendanya banyak. Selain membahas khol Sultan Agung, juga ada pertemuan khusus pengurus LDA dan rapat Pakasa secara terpisah. Sekalian saya umumkan, ini mengawali kita menyampaikan terimakasih kepada warga bangsa, sekarang secara khusus warga Solo dan sekitarnya. Karena telah memulai ikut menjaga kelestarian budaya yang bersumber dari keraton,” ujar Ketua LDA sekaligus Pengageng Sasana Wilapa yang bernama lengkap GKR Wandansari Koes Moertijah, menjawab pertanyaan suaramerdekasolo.com.

Contoh yang disebut Gusti Moeng itu, misalnya ada sejumlah kelurahan di Solo yang mengirim surat untuk meminjam prajurit keraton guna keperluan kirab budaya sesuai kekhasan masing-masing kelurahan. Beberapa waktu lalu, Kelurahan Sriwedari, kemarin di petilasan Keraton Kartasura, dan Kelurahan Tipes bersama Kelurahan Jayengan pada hari yang sama, 19 September.

Khol-Sultan-Agung3
MEMIMPIN DOA : Abdidalem jurudonga KRT Pujo Setiyonodipuro memimpin doa wilujengan pertemuan panitia di ndalem Kayonan, Baluwarti, kemarin, untuk mempersiapkan khol Sultan Agung yang akan digelar di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, 1 Oktober. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Kerjasama seperti itu seakan gayung-bersambut dengan aktivitas-aktivitas di berbagai petilasan yang menggelar kirab budaya macam dalam event ganti selambu makam, kemudian takmir masjid di berbagai daerah yang berkait dengan sejarah Keraton Surakarta, selalu mengharap utusan keraton untuk kegiatan budaya dan spisitual keagamaan yang pernah ditinggalkan Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma.

Malah Berterimakasih

Di tempat terpisah, KPH Edy Wirabhumi menyebutkan, berbagai aktivitas LDA yang intensitasnya makin meninggi walau di luar keraton itu, selain karena makin meluasnya kesadaran kolektif warga bangsa terhadap peran dan fungsi Keraton Mataram sejak di Kutha Gede hingga di Surakarta Hadiningrat itu, juga karena berbagai masalah yang ”menghajar” keraton sejak 2004 hingga kini, justru menambah soliditas kerabat dan warga Pakasa. Peristiwa 2004, 2017 dan ”potensi ancaman” yang baru saja terjadi, seakan memberi pelajaran berharga agar ikatan siltaruhami kerabat dengan berbagai komponen warga peradaban Jawa makin solid dan kuat.

”Kesimpulannya, kita justru wajib berterimakasih kepada para ‘pengganggu’ yang sejak 2004 hingga kemarin itu masih mencoba menginjak dan menghancurkan kita. Nyatanya kita malah makin erat tali silaturahminya, makin solid, makin kuat dan makin sadar untuk menjalankan tugas dan kewajiban kita, baik untuk pelestarian budaya maupun kepentingan bangsa yang lebih besar, yaitu memperkuat ketahanan budaya,” papar KPH Edy sang Pimpinan Lembaga Hukum Keraton Surakarta (LHKS) itu.

Khol-Sultan-Agung4
KHOL PB X : Suasana haul atau khol Sinuhun Paku Buwono (PB) X di kagungan dalem Masjid Agung Keraton Surakarta, beberapa waktu lalu, sebagai ”pemanasan” untuk menggelar khol Sang Pahlawan Nasional Sultan Agung di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, 1 Oktober, yang akan dihadiri sekitar 3 ribu jemaah dari kalangan trah darah dalem dan warga Pakasa berbagai cabang dari dalam dan luar Solo Raya.(suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Berbagai agenda event dan kegiatan kini sudah menunggu untuk dilaksanakan. Karena setelah pertemuan rutin Minggu (22/9), akan segera datang khol Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma yang tausyiahnya akan diisi Prof Dr Nasyiroh dari Tuban dan diisi puji-pujian shalawat kelompok Seni Laras Madya dan Santiswaran.

Panitia yang diketuai calon putra mahkota KGPH Mangkubumi itu, juga bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke Astana Tegalarum, Kabupaten Slawi/Tegal, untuk bersama-sama Pemkab Tegal menggelar prosesi ganti selambu makam Sinuhun Amangkurat Agung di Astana Pajimatan Tegalarum. (Won Poerwono)

Editor : Budi Sarmun

4 KOMENTAR

  1. Amangkurat ke 1 putra Sultan Agung tdk pantas di haul, karena pengkianat bangsa dan pembantai ratusan ulama waktu itu. Maka terjadi pemberontakan Trunojoyo…Amankurat ke 1 melarikan diri minta bantuan Belanda.

  2. Tetapi Amngkurat I itu nyata adanya, dan beliau mempunyai keturunan itupun nyata adanya, g ada salahnya juga para anak cucunya mau mengHaulkan beliau jgn sampai terbentuk oponi Gebyah Uyah anak cucunya kena negatifnya juga karena semua tidak sm, seperti halnya Sultan Agung dan Amangkurat I secara umum mempunyai perbedaan yg sangat njomplang tetapi secara khusus sm2 mempunyai sebuah ambisi yg kuat…….

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini