Siswa SMP 5 Wonogiri Juara Festival Dalang Bocah Nasional

dalang-cilik-smp-5-wonogiri
MEMAINKAN WAYANG : Dalang cilik siswa SMP 5 Wonogiri, Rafi Hastu Muqsith memainkan wayang dalam ajang Festival Dalang Bocah di TMII Jakarta, Sabtu (21/9). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Dalang cilik, Rafi Hastu Muqsith (13) beserta para pengrawit dan sinden dari siswa SMP 5 Wonogiri berhasil meraih juara dalam Festival Dalang Bocah tingkat nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (21/9). Dia menempati peringkat pertama sebagai penyaji terbaik penguasaan iringan di ajang tersebut.

Putra dari dalang Ki Sigit Mursito Endrat dan Yayuk Sri Rahayu itu membawakan lakon Sumantri

. “Hadiahnya berupa piagam, piala dan uang pembinaan. Selain itu, Rafi Hastu mendapat kenang-kenangan berupa wayang kulit Wisanggeni prada emas dari ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Bapak Kondang Sutrisno,” kata Sigit, Minggu (22/9).

Rafi Hastu bersama timnya berhasil mengungguli para dalang cilik lain dari berbagai provinsi, di antaranya dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Yogyakarta. Para peserta lain membawakan berbagai bentuk kesenian wayang dan pedalangan, seperti wayang golek, wayang kulit gaya Sunda, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. “Anak kami bisa dikatakan mewakili Jawa Tengah dalam festival tersebut,” ujarnya.

Kenang-kenangan

Meskipun dengan persiapan yang hanya sepuluh hari, siswa yang tinggal di Dusun Sumbersari RT1 RW6 Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri itu mampu tampil memukau. Para siswa tersebut dilatih oleh Sigit untuk menghadapi festival.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada para alumni SMP 5 Wonogiri yang memberi dukungan dana agar para siswa bisa berangkat ke Festival Dalang Bocah Nasional. “Sebelumnya kami sempat kesulitan anggaran. Tetapi, dari alumni SMP 5 Wonogiri ikut membantu. Mereka sudah dua kali membantu pendanaan. Bahkan kalau para siswa mau ada festival lagi, alumni siap membantu,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, guru seni ukir SMP 5 Wonogiri, Ngadimin juga memberikan kenang-kenangan berupa ukiran motif tiga dimensi kepada Anjungan Jateng TMII secara cuma-cuma. Nilai ukiran yang diberikan itu ditaksir bisa mencapai puluhan juta rupiah. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini